INILAH. COM, Jombang Yang terbayangkan dalam benak orang awam tentang dukun adalah seseorang yang telah berumur dan terlihat seram. Namun, stereotipe ini akan berubah jika Anda bertemu Muhammad Ponari. Pasalnya, dia sama sekali jauh dari kesan seram, bahkan lucu dan menggemaskan, karena baru berusia 9 tahun.
Keunikan ini, tak urung membuat praktiknya di Dusun Kedungsari Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, laris manis. Sebab, baru dua hari membuka praktik, ia langsung dibanjiri ribuan pasien.
Sayangnya, dukun cilik itu akan menutup praktiknya mulai Kamis (5/2) hingga Minggu (8/2). Padahal, pasiennya telah melewati angka 8.000 orang hanya dalam waktu dua hari ia menggelar praktik.
Alasan penutupan praktik, seperti dijelaskan Kapolsek Megaluh AKP Sutikno, karena selama empat hari akan diadakan perbaikan jalan. Sebab, selama ini jalan menuju rumah dukun cilik itu mengalami rusak berat.
"Karena ada perbaikan jalan, maka praktik Ponari akan libur selama empat hari. Selama empat hari itu kemungkinan jalan sudah kembali normal," kata Sutikno.
Ponari membuka praktik sejak Selasa (3/2), dengan cara setiap pasien membeli sebuah kupon. Tidak tanggung-tanggung, dalam hitungan jam, sebanyak 8.000 kupon yang disedikan panitia ludes diserbu pasien.
Tak pelak, jalan masuk Desa Balongsari padat oleh kendaraan. Antrean kendaraan itu bahkan mencapai 5 km. Bukan hanya itu, petugas dari Satlantas Polres Jombang juga disiagakan.
Meski teleh menutup praktiknya, bukan berarti para pengunjung berhenti mendatangi rumah Ponari. Sekitar 3.000 ribu orang masih tertahan di jalan masuk desa. Mereka berharap panitia tetap menyediakan kupon tersebut.
"Saya sudah datang jauh-jauh dari Kediri masak harus kembali lagi. Kalau bisa panitia menyediakan kupon tambahan," keluh Jatmiko, pengunjung yang datang dengan cara rombongan.[beritajatim/nuz]