INILAH. COM, Jombang Walaupun baru dua hari menggelar praktik, Muhammad Ponari, seorang dukun cilik, di Jombang, Jawa Timur, telah dibanjiri ribuan pasien. Hal ini tentu saja membuat dia tidak bisa bersekolah. Waduh!
Praktik Ponari, yang digelar sejak Selasa (3/2) membuatnya tidak pernah masuk sekolah. Sebagai gantinya, pada malam hari, gurunya mendatangi rumah dukun berusia 9 tahun tersebut untuk memberi pelajaran secara privat.
Kepala SDN Balongsari I Wiharto mengakuinya dan berharap agar Ponari yang notabene tercatat sebagai siswa kelas III terus melanjutkan sekolahnya. "Saya khawatir kondisi itu akan mempengaruhi psikologis Ponari. Apalagi pembelajaran secara privat itu kurang efektif," tegasnya, di Jombang, Kamis (5/2).
Betapa tidak, setiap hari Ponari hanya melakukan kegiatan yang monoton, yakni mengobati puluhan ribu pasien. "Kami khawatir pelajarannya terganggu," sambungnya.
Ponari sendiri direncanakan akan menutup praktiknya mulai Kamis hingga Minggu (8/2). Padahal, pasiennya telah melewati angka 8.000 orang hanya dalam waktu dua hari ia menggelar praktik.
Penutupan itu, jelas Kapolsek Megaluh AKP Sutikno, menyatakan, karena akan diadakan perbaikan jalan. Sebab, selama ini jalan menuju rumah dukun cilik itu mengalami rusak berat.
"Karena ada perbaikan jalan, maka praktik Ponari akan libur selama empat hari. Selama empat hari itu kemungkinan jalan sudah kembali normal," kata Sutikno. [beritajatim/nuz]