inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Anggota DPRD Cicipi Kesaktian Dukun Imut

Oleh:
Jumat, 6 Februari 2009 | 08:40 WIB
INILAH.COM, Jombang - Kehebatan Muhammad Ponari, 9, seorang dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, dalam mengobati pasiennya ternyata juga mampu mencuri perhatian kalangan DPRD setempat. Bahkan, sejumlah angggota dewan setempat juga pernah menjajal kesaktian bocah itu.

Debat antara anggota dewan, umumnya seputar kebijakan yang akan diambil bagi sebuah peraturan ataupun RUU. Namun, lain lagi dengan yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Jombang, Jumat (6/2). Mereka justru memperdebatkan 'kesaktian Ponari', seorang bocah yang akhir-akhir ini dikenal karena kesaktiannya mengobati segala peyakit.

Hal ini terjadi di ruangan komisi B, saat beberapa anggota dewan sedang berbincang santai. Sebagian dari mereka ada yang mengaku sudah mendatangi rumah dukun cilik itu secara langsung, sebagian lagi mengaku hanya mengetahui dari pemberitaan media massa.

Pembicaraan yang awalnya hanya spontan itu, perlahan mulai memanas, bahkan tidak kalah seriusnya dengan sidang paripurna yang biasa mereka gelar. Praktis, adu argumen seputar dukun cilik itupun tak terelakkan.

"Sesudah diberi minum air yang sudah dicelupi batu milik Ponari, tetangga saya yang tadinya mengalami gangguan penglihatan sekarang normal kembali. Padahal, sebelumnya seluruh model pengobatan sudah dicoba, tapi hasilnya nihil," kata Suhardi, anggota FPDIP DPRD Jombang yang berusaha meyakinkan anggota dewan lainnya.

Suhardi juga mengatakan jika dirinya pernah mengunjungi rumah Ponari di Dusun Kedungsari. Hanya saja, kedatangannya bukan untuk berobat, namun hanya ingin melihat model belajar privat yang dilakukan Ponari pada malam hari.

Lain halnya dengan Sugiarto, anggota DPRD dari FKB. Ia mengaku belum tahu banyak tentang fenomena Ponari. Wajar saja jika dalam forum informal tersebut pihaknya lebih banyak mendengar. Sugiarto hanya mengatakan bahwasanya selama ini mengetahui fenomena bocah 'sakti' itu lewat media massa.

"Yang pasti, dengan ramainya pengunjung yang datang ke rumah Ponari, efeknya sangat besar terhadap tingkat perekonomian warga. Kalau sebelumnya mereka nganggur sekarang bisa ikut berjualan air mineral atau membuka jasa penitipan sepeda," katanya.[beritajatim/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.