INILAH.COM, Madiun - Sekjen DPP PKB pro Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa disapa Yenni Wahid meyakini PKB versi Muhaimin Iskandar (Cak Imin) habis dalam Pemilu Legislatif 9 April nanti. Sebab, pengaruh Gus Dur pada PKB Muhaimin mulai luntur.
"Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro, sampai saat ini masih memiliki pengaruh besar dan massa kuat," ujar Yeni Wahid, saat membuka 'Candidate School Work Shop, Manejemen Kampanye Pemilu Calon Anggota Legislatif DPC PKB Kabupaten Madiun' di gedung DPC PKB setempat, Jum'at (6/2).
Saat Gus Dur mendirikan PKB, kata dia, bertujuan untuk mempejuangkan dan mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Namun, Imin dengan sepak terjangnya, justru menodai PKB serta tidak mengedepankan kesejahteraan rakyat.
"Contohnya, saat pemerintah menaikan harga BBM, Gus Dur terang-terangan menentang, malah Imin menyetujuinya," jelasnya.
Ia mengatakan belum lagi, Imin dengan pengikutnya tidak menyentuh maupun dekat dengan lingkungan melahirkan PKB, tidak lain Nahdlatul Ulama (NU). Terkesan, NU dianggap sebelah mata, hanya diperlukan menjelang pemilu saja.
"Padahal, Gus Dur sering kali meminta jangan memisahkan diri dengan NU," tegas Yeni Wahid. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !