INILAH.COM, Jakarta Krisis ekonomi yang belum usai membuat PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) harus menunda proses revitalisasi tambak udangnya di Lampung.
Hal itu disampaikan Corporate Communication Manager CPRO Fajar Reksoprojo ketika dihubungi INILAH.COM, Minggu (8/2).
"Kami masih menunggu keadaan ekonomi dulu, baru kami akan lanjutkan kembali," ujarnya.
Hingga kini proses revitalisasi tambak udang milik PT Aruna Wijaya Sakti yang terletak di Lampung itu baru rampung 50% dari target.
"Untuk waktu tepatnya menyelesaikan revitalisasi masih belum bisa dikatakan," tambah Fajar.
Sedangkan untuk tambak udang milik PT Wachyuni Mandira, yang berada di Sumatera Selatan, telah rampung direvitalisasi akhir
tahun lalu.
Revitalisasi kedua tambak udang milik anak perusahaan CPRO tersebut dilakukan dengan alasan untuk peningkatan kapasitas produksi dan telah dimulai sejak 2007.
Tambak yang sebelumnya hanya bisa mengembangbiakkan 40 ekor udang diharapkan menjadi 88-95 ekor udang dengan adanya program ini.
Untuk pendanaan revitalisasi, CPRO mengambilnya dari anggaran belanja modal sebesar US$ 242 juta.
Sebelumnya, Chief Financial Officer CPRO Gunawan Taslim mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk belanja modal perseroan selama dua tahun (2008 dan 2009), yang diambil dari penjualan pembangkit tenaga listrik dan dana internal. [tra]