INILAH.COM, Jakarta Frekuensi jenis game yang dimainkan memiliki hubungan pararel dengan penggunaan narkoba dan alkohol. Game juga menyebabkan hubungan personal yang buruk, serta daya juang yang rendah.
"Ini tidak berarti semua orang yang memainkan video game memiliki kepribadian yang buruk atau bermain game akan mendorong penggunaan narkoba," kata Laura M Padilla-Walker seperti dikutip dari Reuters.
Ia mengatakan hasil penelitian itu menunjukkan game bisa menimbulkan dampak negatif. "Setidaknya ada dampak bagi beberapa kelompok populasi," kata Padilla-Walker, associate professor di School of Family Life di Brigham Young University di Provo Utah.
Dia dan sejawatnya melakukan penelitian terhadap tingkat bermain game selama 12 bulan. Mahasiswa yang berusia 20 tahunan, dan rata-rata menerima bantuan belajar terlibat menggunakan narkoba dan alkohol. Mahasiswa ini juga memiliki kepribadian dan penerimaan sosial yang buruk, serta memiliki hubungan buruk dengan keluarga dan temannya.
Penemuan itu dilaporkan di Journal of Youth and Adolescence. "Jenis kelamin juga mempengaruhi tingkat bermain video game dan penggunaan internet," kata Padilla-Walker.
Sebagai contoh, remaja pria tiga kali lebih banyak memainkan game dibandingkan wanita. Selain itu delapan kali lebih banyak memainkan game kekerasan dibandingkan wanita.
Pria menggunakan internet untuk mencari hiburan, berita dan pornografi. Sementara wanita menggunakan internet untuk berkirim email dan tugas sekolah.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !