INILAH.COM, Jombang - Antrean yang mengular hingga 10 km di rumah dukun imut Muhammad Ponari (9) memakan korban. Seorang pria terjatuh pingsan dan akhirnya meninggal karena berdesak-desakan demi mendapatkan pengobatan alternatif.
Kematian pengunjung yang juga pasien asal Blitar tersebut diduga akibat kekurangan oksigen. Mr X yang belum diketahui identitasnya itu langsung dibawa ke RSU Jombang dengan menggunakan ambulans, Senin (9/2).
Kapolsek Megaluh AKP Sutikno membenarkan jika ada satu orang yang meninggal di lokasi pengobatan Ponari di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang, Jatim.
"Korban meninggal satu jam setelah praktek Ponari ditutup," kata Sutikno. Mengenai nama korban tewas, Sutikno masih menunggu hasil visum dari RSU Jombang maupun meminta keterangan keluarga.
Sementara menurut Menurut Suyati warga Mojowarno Jombang menuturkan, awalnya setelah berdesakan, pria malang tersebut minggir karena masuk angin. Setelah itu pria tersebut terguling dan tak sadarkan diri, lalu lelaki paruh baya itu meninggal.
Sebelumnya, puluhan perempuan juga pingsan saat berjubel menunggu pengobatan Ponirah. Bahkan ibu Ponari bernama Romlah juga ambruk. Suasana pun menjadi ribut dan ricuh. Sejumlah aparat keamanan yang dipimpin Kapolsek Megaluh AKP Sutikno menghentikan pengobatan alternatif untuk sementara waktu.
"Kami melakukan antisipasi dan koordinasi dengan Polres," kata Sutikno. Namun sejumlah pengunjung tetap menerobos dan sempat jebol akibat desakan oleh pengunjung yang ingin mendapat pengobatan.
Ponirah memiliki batu sakti yang diperolehnya saat tersambar petir. Batu itu sudah beberapa kali dibuang oleh Ponirah, namun ajaibnya, batu itu balik ke Ponirah. Batu ternyata diketahui bisa digunakan untuk mengobati. Ponirah pun dijuluki dukun imut atau dukun cilik. [beritajatim.com/sss]