Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara) kembali mengepakkan sayap. Kali ini, warga Kabupaten Tegal meresmikan dirinya untuk mengikuti langkah deklarator KH Abdurrahman Wahid yang telah mendeklarasikan organisasi ini pada 3 Desember tahun lalu.
Pada Minggu (8/2), beberapa orang yang tergabung dalam Gatara menyatakan diri untuk mendeklarasikan diri. Acara ini dihadiri langsung oleh KH. Abdurrahman Wahid selaku deklarator, Zannuba AC Wahid, Shinta Nuriyah, Aris Junaedi, Saidah Sakwan, Dhori Farabi, dan Kamelia Puji Astuti.
Menurut Hammam Miftah, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal bahwa acara ini dihadiri oleh ribuan massa pendukung Gus Dur. "Gedung Korpri menjadi saksi ribuan massa pendukung Gus Dur yang masih komit dan solid dengan Gus Dur," ujarnya
Deklarasi ini dimulai pada pukul 11.00 WIB, dengan sambutan deklarator Kota Tegal KH. Abdullah Jamil. Kyai berpengaruh di Kabupaten Tegal ini mengatakan, perjuangan dalam mewujudkan cita-cita 'kemerdekaan' bersama al Mukarrom KH Abdurrahman Wahid selalu dihambat oleh kalangan/orang-orang yang tidak menghendaki tegaknya keadilan dan tercapainya kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
"Sejarah mencatat, berkali-kali KH Abdurrahman Wahid dengan perencanaan sistematis akan disingkirkan. Di antara rekayasa penyingkiran KH Gus Dur adalah bagaimana Gus Dur dizalimi dan diturunkan di tengah jalan dari kursi kepresidenan. Mereka melakukan pezaliman ini karena takut dan khawatir tidak mendapatkan 'kue kekuasaan'. Mereka tidak bisa tidur karena takut masuk penjara akibat korupsi yang dilakukan. Ketakutan-ketakutan itulah yang menjadi pendorong dilakukannya pezaliman kepada Gus Dur dengan menurunkan Gus Dur dari kursi kepresidenan, " katanya.
Sementara itu, Yenni Wahid yang juga menghadiri acara tersebut menyerukan agar masyarakat Kabupaten Tegal jangan lagi tertipu oleh para caleg yang licik meski penampilan menarik.
Acara ini juga dihadiri oleh dalang Kondang Ki Entus yang baru saja beberapa bulan lalu keluar dari penjara. Ki Entus juga masuk dalam kepengurusan Gatara Kabupaten Tegal. Kedatangannya kali ini ditujukan sebagai satu penghormatan dan dukungan langsung dirinya kepada Gus Dur.
Wiwit R Fatkhurrahman, wiwit.fatur@gmail.com