INILAH.COM, Jombang - Pesona dukun imut Muhammad Ponari mengakibatkan tewasnya salah seorang yang pengantre. Dugaan sementara, korban tewas karena kehabisan oksigen saat mengantre.
"Kami masih menunggu hasil visum dari dokter rumah sakit setempat. Namun dugaan sementara kami, korban meninggal karena kehabisan oksigen ketika berdesakan sewaktu antre di rumah Ponari," kata Kapolsek Megaluh, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sutikno saat dikonfirmasi di Jombang, Senin (9/2).
Sutikno mengatakan, identitas korban saat ini juga belum bisa dipublikasikan mengingat petugas masih menunggu penyebab kematian korban.
"Kami tidak ingin terburu-buru untuk memberikan keterangan terkait kematian ini. Namun yang jelas, identitas korban sudah kami dapatkan," jelas dia.
Rencanaya, identitas korban akan dirilis bersama dengan hasil visum yang diberikan oleh dokter rumah sakit. "Ditunggu sajalah, sekalian sama hasil visum dokter," ujarnya menambahkan.
Dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun oleh penyidik, lanjut Sutikno, korban berusia sekitar 40 tahun, berambut cepak, dengan tinggi sekitar 170 cm.
"Dari informasi yang didapatkan anggota di tempat kejadian perkara (TKP), korban berangkat dari rumahnya seorang diri dengan mengendarai kendaraan roda dua," katanya tanpa menyebutkan secara rinci asal korban tersebut.
Menurut Suyati, salah seorang pasien yang lain menyebutkan, sebelum korban terjatuh, wajah korban sudah kelihatan pucat.
"Selain wajahnya yang pucat, korban juga mengeluarkan keringat yang cukup banyak, sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal dunia," beber Suyati.
Muhammad Ponari (9) mulai dikenal dengan sebutan dukun cilik, setelah tiga pekan lalu, bocah itu hampir tersambar petir. Akibat peristiwa alam itulah, Ponari kemudian mendapatkan sebuah batu yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !