INILAH.COM, Madrid - Sebuah bom yang diletakkan dalam mobil meledak di bagian timur ibukota Spanyol, Madrid, Senin (9/2). Untungnya tidak ada korban cedera dalam kejadian itu meski ledakan cukup kuat.
Seorang penelepon yang tidak dikenal memperingatkan Palang Merah pada pukul 07.30 waktu setempat atau 13.30 WIB bahwa akan ada satu ledakan bom, dan memberikan waktu kepada polisi untuk mengosongkan lokasi itu sebelum ledakan itu. Ledakan itu terjadi di jalan Ribera del Loira distrik Campo de las Naciones kota itu.
Menurut radio nasional Spanyol, bom itu meledak sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau 15.00 WIB. Seorang karyawan kantor lokal mengatakan ledakan itu terjadi sekitar pukul 09.05 waktu setempat.
"Ketika saya tiba di kantor pukul 08:35, polisi berada di mana-mana, helikopter-helikopter terbang rendah ," kata Simon, seorang warga Prancis berusia 29 tahun yang bekerja di distrik itu.
"Polisi berjaga-jaga. Kami diberitahu bahwa akan ada satu ledakan bom, jadi kami harus menjauhkan diri," imbuhnya.
Ledakan itu cukup kuat menggetarkan jendela-jendela dan menggoncangkan komputer-komputer di tempat-tempat kerja mereka. Walaupun pejabat Palang Merah itu mengatakan tidak ada korban akibat ledakan itu, seorang juru bicara polisi tidak dapat mengkonfirmasikan ini.
Ia mengatakan ledakan itu terjadi satu setengah jam setelah peringatan tersebut dan para perwira menemukan kendaraan yang hendak diledakkan itu.
Sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan itu, tetapi radio tersebut memperkirakan aksi itu adalah kerja kelompok separatis Basque yang bersenjata, ETA tiga minggu menjelang pemilihan regional di wilayah Basque Spanyol.
ETA melancarkan serangan bom mobil di distrik yang sama beberapa minggu sebelum pemilihan regional Februari 2005. Mobil itu membawa 30 kg bahan peledak. Ledakan itu mencederai sekitar 40 orang. [*/dil]