Senin, 28 Mei 2012 | 10:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dukun Imut, Cermin Buruk Kemiskinan
Headline
Mahfudz Siddiq
Oleh: Abdullah Mubarok & Djibril Muh
web - Selasa, 10 Februari 2009 | 11:58 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Daerah Jombang, Jawa Timur kembali membuat geger publik. Kali ini bukan lagi kasus pembunuhan berantai melainkan bocah ajaib yang disebut-sebut memiliki kesaktian untuk menyebuhkan penyakit. Ironisnya, ada nyawa melayang akibat berjubelnya masyarakat yang mengantre untuk berobat.

Adalah bocah cilik bernama Muhammad Ponari yang telah membuat geger masyarakat Jawa Timur itu. Dengan batu yang dimilikinya, Ponari dianggap dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Padahal batu itu hanya direndam dalam air yang lantas air tersebut diminum para pasien.

Keanehan pun bermunculan satu-persatu. Batu sakti yang dimiliki bocah yang duduk di Sekolah Dasar itu diperoleh saat tersambar petir. Batu itu sudah beberapa kali dibuang, namun ajaibnya, batu itu balik ke Ponari. Tak ayal, karena batu ajaib itu, Ponari pun menyandang gelar dukun imut.

'Kesuksesan' Ponari dalam mengobati pasien yang datang inilah kemudian yang berkembang luas. Banyak warga yang menaruh harapan akan kesembuhan. Sampai-sampai, antrean mengular hingga 10 kilometer. Kondisi diperparah dengan rusaknya jalan menuju rumah Ponari.

Dan antrean itu kini memakan korban. Seorang pria terjatuh pingsan dan akhirnya meninggal karena berdesak-desakan demi mendapatkan pengobatan alternatif. Kematian pengunjung yang juga pasien asal Blitar tersebut diduga akibat kekurangan oksigen. Tidak hanya itu, sebelumnya puluhan perempuan juga pingsan saat berjubel menunggu pengobatan Ponari.

Bagi Ketua DPP PKS, Mahfudz Siddiq, fenomena ini menunjukkan betapa kondisi masyarakat sedang 'sakit' secara ekonomi. Tekanan yang berat di tengah himpitan kesusahan, memaksa masyarakat mencari jalan pintas. "Kasus ini mengarah ke praktek penyembuhan paranormal. Tadinya masyarakat ingin berobat ke dokter, tapi karena mahal maka tidak jadi pergi dan malah ke dukun itu," kata Mahfudz kepada INILAH.COM.

Tidak hanya itu, menurutnya, peristiwa ini juga mengambarkan betapa lemahnya iman masyarakat. Sebab secara rasional sangat mustahil sebuah batu bisa melenyapkan penyakit. "Sebagaimana dalam sebuah hadits bahwa kefakiran (kemiskinan) mendekati seseorang kepada kekufuran," imbuhnya.

Ia mengakui Islam memang mengenal pengobatan non medik. Tetapi jenis terapi itu merupakan perpaduan antara kedokteran dan non medik. "Salah satunya dengan meminum madu dan bekam. Kita bisa mengunakan kedua-keduanya. Pengobatan dukun seperti itu kebenarannya hanya sebentar saja," papar Ketua Fraksi PKS DPR ini.

Karena itu, Ketua DPP Front Pembela Islam, Mustafa M Bong mengingatkan masyarakat untuk tidak memosisikan Ponari selayaknya dewa penolong dan menyakralkan batu ajaib tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah membuat stigma dukun kepada Ponirah. Alasannya, belum diketahui apakah bocah tersebut pernah bersemedi sebelumnya atau tidak. "

Keadaan perekonomian yang sedang sulit membuat masyarakat lebih memikirkan perut dan mencari sesuatu yang mudah dan murah. Hal ini membuat masyarakat mudah tergiring oleh pemikiran-pemikiran irrasional," ujar Mustafa.

Apa yang terjadi terjadi di Jombang ini sudah tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Para ulama, baik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta ormas-ormas Islam lainnya harus memberikan pendidikan. Karena bagaimanapun juga pengobatan dengan unsur-unsur gaib tidak dibenarkan oleh ajaran Islam. Seperti apa yang dikatakan Mahfudz Siddiq, "Jika ulama dan kita semua berdiam diri maka akidah umat bisa semakin hancur."[L4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.