inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bermalam Demi 'Air Sakti' Dukun Imut

Oleh:
Selasa, 10 Februari 2009 | 06:13 WIB
INILAH.COM, Jombang Cerita kesaktian Muhammad Ponari, seorang dukun berusia 9 tahun, asal Jombang, Jawa Timur, mengundang ribuan orang rela mengantre demi mendapatkan kesembuhan. Bahkan, ada yang rela menginap hingga berhari-hari demi mendapatkan 'air sakti' sang dukun cilik itu.

Cucuran keringat mengalir deras dari wajah Karim, 50. Tangan kanannya memegang satu toples berisi air, sedangkan tangan kirinya menggenggam kupon antrean berwarna kuning.

Sesekali, matanya melirik kupon antrean yang bernomor 8818 itu. Jika tidak siaga, Karim takut giliran masuk ke rumah Ponari yang menjadi jatahnya diserobot pasien lainnya.

Meski tubuhnya penat, namun warga Blitar ini terus merangsek menembus padatnya atrean di depan tempat praktik Ponari, di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang.

Ia tak peduli kakinya terjebak kubangan lumpur dan celananya belepotan. Hanya satu yang ada di benak Karim, istri tercintanya segera sembuh dari penyakit pinggang yang sudah menahun setelah mendapatkan celupan 'batu sakti' dari Ponari.

Namun perjuangan Karim untuk mendapat 'air sakti' segera pupus setelah mendengar kabar dari panitia bahwa ada warga Blitar yang tewas akibat berdesakan. Sehingga, kepolisian setempat akhirnya harus menutup praktik dukun bocah itu.

"Saya bingung Mas. Mau kembali ke Blitar sudah tanggung. Mau tetap di sini, pengobatan Ponari tutup. Apalagi untuk datang ke Jombang saya bersama rombongan menyewa mobil seharga Rp 600 ribu. Mudah-mudahan praktik Ponari kembali dibuka," katnya penuh harap.

Masih segar dalam ingatan Karim, saat istrinya pertama kali sakit, ia membawanya ke rumah sakit di kotanya. Meski sudah berulangkali, namun tidak ada perubahan sama sekali dengan penyakit itu. Dampaknya, harta benda miliknya ludes.

Betapa tidak, sekali periksa ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 ribu, belum lagi biaya untuk menebus resep. "Hingga akhirnya saya mendengar kabar jika di Jombang ada seorang bocah yang punya kelebihan. Barangkali lewat Ponari istri saya bisa sembuh," pungkasnya. [beritajatim/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.