INILAH.COM, Jombang - Ribuan pasien masih memadati rumah Muhammad Ponari (9), padahal praktik bocah 'sakti' itu sudah tutup sejak kemarin. Mereka yang masih bertahan kebanyakan berasal dari luar kota.
Tak ayal, hal itu membuat panitia pengobatan pontang-panting. Mereka dikejar-kejar oleh pasien yang ingin mendapatkan kupon antrean. Bahkan ada sejumlah pasien yang mengejar panitia hingga ke sawah. Praktis, kucing-kucingan antara pasien dan panitia tak terelakkan.
"Kalau memang hari ini Ponari tidak melayani pengobatan, kami hanya ingin panitia memberikan kupon antrean," cetus Budi Utomo, pasien asal Kedungpring, Lamongan yang tiba di lokasi Selasa (10/2).
Budi menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kupon antrean yang dimaksud. Padahal, ia sudah pontang-panting mengejar panitia. Karena sudah datang jauh-jauh, Budi bertekad tidak akan pulang sebelum mendapatkan kupon berwarna kuning itu.
Kapolsek Megaluh, AKP Sutikno yang ditemui secara terpisah mengatakan, untuk sementara waktu praktik dukun imut Ponari ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal itu untuk meminimalisir beringasnya pengunjung. Apalagi, dalam sehari kemarin sudah jatuh dua korban.
Kepastian dibukanya kembali praktik pengobatan itu menurut Sutikno, masih menunggu hasil koordinasi antara Polres, Kodim, dan pihak desa yang rencananya digelar nanti malam. "Kita baru akan menggelar rapat nanti malam di kecamatan setempat," pungkas Sutikno [beritajatim.com/dil]