INILAH.COM, Tel Aviv - Israel yang sedang menjalankan pemilu, tak kekurangan akal untuk menjaga 'teritori' mereka, Jalur Gaza. Hal tersebut dilakukan dengan menutup perbatasan ke wilayah Palestina itu hingga pesta demokrasi mereka usai.
Penutupan perbatasan itu membuat agensi pengungsi PBB (UNRWA) menghentikan bantuan mereka pada Selasa (10/2), dan akan melanjutkannya pada Rabu 11 Februari. Sebelumnya, UNRWA memang sempat menghentikan bantuan mereka ke Gaza karena Hamas membajak suplai makanan dan 3.500 selimut yang dipasok PBB.
"Otoritas Hamas di Gaza telah mengembalikan semua barang yang mereka ambil ke gudang UNRWA di ibukota Gaza dan Rafah," kata Jubir UNRWA Christopher Gunness, seperti dikutip dari AP.
Sementara Haaretz memberitakan sekitar 9.263 TPS dibuka serentak pada pukul 07.00 waktu setempat. Tercatat 5,2 juta orang dan 33 partai pemilih berpartisipasi pada pemilu parlemen (Knesset) ke-18. Pemerintah memprediksikan sekitar 900 ribu orang tak akan memberikan suaranya atau abstain.
Pemilu ini diselenggarakan karena turunnya PM Ehud Olmert yang terjegal kasus korupsi. Kemudian juga disebabkan oleh kegagalan Menlu Tzipi Livni membentuk pemerintah koalisi yang baru. Saat ini, Israel menahan segala tindakan mereka hingga TPS ditutup dan suara dihitung. [vin/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !