Malam cap goh me merupakan kebudayaan masyarakat warga Tionghoa yang penuh lampu lampion remang-remang, konon adalah malam mencari jodoh,yang merupakan salah satu aset pariwisata di Kabupaten Rokan Hilir dari empat momen wisata Kabupaten Rohil.
"Kita sangat menyambut baik penyelenggaraan malam cap goh me. Bagi masyarakat Tionghoa mungkin merupakan suatu ibadah,namun bagi pemerintah Kabupaten Rokan Hilir merupakan aset wisata yang sangat besar," demikian dikatakan H Annas Maamun kepada setelah usai memberikan trophy dan hadiah kepada para pemenang lampion malam cap goh me Senin malam (9/2).
"Kita berterima kasih kepada masyarakat Tionghoa yang telah menyelenggarakan malam cap goh me ini yang begitu meriah dan menyemarak sekali," kata Annas Maamun.
Sementara itu juga seorang tokoh masyarakat warga tionghoa Jhonnatan alias Sie He, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang telah mendukung dan memberikan fasilitas terlaksananya malam cap goh me.
"Cap goh me bukanlah agama tetapi merupakan kebudayaan masyarakat warga Tionghoa. Kita minta warga Tionghoa Bagansiapiapi yang berada di luar agar juga kembali ke bagansiapiapi untuk merayakan empat moment wisata warga Tionghoa. Karena Bagansiapiapi sekarang sudah bersih terbukti telah mendapatkan predikat kota
terbersih," tutur Sie He.
"Malam Cap Goh Me merupakan malam jodoh yang penuh dengan lampion karena malam cap go meh lampunya tidak boleh terlalu terang,"ujar Sie He.
Sie He mengharapkan warga tiong Hoa yang berada di luar daerah agar pada momen Wisata Rohil tersebut dapat datang untuk melihat langsung. "Apalagi nanti akan diselenggarakan pacu jalur sampan kotak," ujarnya.
Andi Gunawan, gandi_3368@yahoo.co.id