INILAH.COM, Jombang - Sudah 4 orang meninggal setelah berdesak-desakan mengantre untuk mendapatkan pengobatan dari batu sakti milik dukun imut Ponari, bocah 9 tahun asal Jombang, Jatim. Berkas penyegelan terhadap batu sakti pun telah disiapkan.
Berkas administrasi penyegelan tersebut terlihat berada di atas meja lobbi Mapolres Jombang, berikut seperangkat alat penyegelan. Diduga, berkat dan alat tersebut untuk menyegel batu sakti milik Ponari.
Namun saat dikonfirmasi, Katasareskrim Polres Jombang AKP Bobby Tanggulen mengelak. "Kita hanya menyiapkan saja. Belum ada instruksi apa-apa," katanya, Selasa (10/2).
Sementara di ruang Kapolres Jombang AKBP M Khosim sedang digelar rapat Muspida yang antara lain dihadiri Bupati Jombang, Dandim, Kejaksaan, serta Kapolres. Namun Bupati Jombang, Suyanto, enggan berkomentar. Dia mengaku khawatir bila dirinya tidak tepat dalam berkomentar, akan memicu lebih banyak pasien lagi yang akan datang ke Jombang.
Ponari menemukan batu sakti yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit setelah tersambar petir pada awal Januari 2009. Bocah laki-laki asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jatim, yang kerap disapa Ari ini pun didatangi ribuan warga yang hendak disembuhkan.
Antrean maut itu pun menyebabkan 4 orang tewas. Meski demikian, ribuan orang tetap berdatangan ke rumah Ponari. Kelelahan, Ponari pun muntah-muntah dan suhu badannya tinggi. Tak kuasa menyembuhkan dirinya sendiri, Ponari dilarikan ke Klinik Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis. [beritajatim.com/sss]