INILAH.COM, Jakarta- Microsoft Indonesia menilai pembajakan software di Indonesia masih tinggi. Pemerintah, swasta dan masyarakat seharusnya harus bahu-membahu untuk menghargai ide atau inovasi dengan payung hukum yang jelas.
"Pembajakan di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data IDC, pada 2007 lalu tingkat pembajakan software di Indonesia mencapai 84 persen. Angka ini turun hanya satu persen dari tahun 2006 yang mencapai 85 persen. Bandingkan dengan negara tetangga kita misalnya, Malaysia. Tingkat pembajakan di sana sudah berkisar 60 persenan. Gap sekitar 20 persen ini kan cukup jauh," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen di sela acara pengumuman pemenang iMULAI 2.0 yang berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (11/2).
Tony menambahkan diperlukan inisiatif pihak berwajib untuk dapat menertibkan pengguna software bajakan ini.
"Enforcement sudah ada, tapi perlu konsistensi dan volumenya juga harus ditingkatkan," lanjut Tony.
Bahkan, diutarakannya, Dubes Amerika Serikat Cameron Hume mengatakan penyebab Bill Gates mengeruk kesuksesan karena di AS lingkungan bisnisnya mendukung.[ito]