INILAH.COM, Jakarta - Kuba merilis varian sistem operasi Linux sendiri pekan ini. Langkah negara kepulauan komunis itu merupakan upaya terbaru untuk memerangi hegemoni AS.
Linux versi Kuba yang disebut Nova diperkenalkan di konferensi komputer di Havana sebagai "kemerdekaan teknologi". Software ini juga sebagai upaya untuk mengganti software Microsoft yang berjalan di hampir seluruh komputer di negara itu.
Pemerintah Kuba menilai, penggunaan sistem Microsoft bisa menjadi potensi berbahaya, karena pihak keamanan AS memiliki akses ke kode di software itu.
Selain itu, embargo lama yang dilakukan oleh AS terhadap negara kepulauan itu membuat Kuba sulit mendapat produk software Microsoft secara legal termasuk untuk mendapatkan update.
"Bisa mengontrol secara lebih besar terhadap proses informatika adalah masalah serius," kata menteri komunikasi Ramiro Valdes, yang merupakan ketua komisi peralihan itu.
Kuba yang berjarak 90 mil dari Florida, terus menentang dominasi AS sebelum dan setelah Fidel Castro menguasai Kuba melalui revolusi pada 1959.
Adik laki-lakinya, Raul Castro mengambil alih kepemimpinan Fidel yang mulai sakit-sakitan di usia 82 tahun. Tapi konflik dengan AS masih terus berlanjut dan kini menyebar ke software.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !