INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah sudah tiga kali menurunkan harga BBM karena mengikuti perkembangan harga minyak di pasar dunia.
Namun, pemerintah tidak bisa langsung menurunkan harga BBM begitu saja karena masih diperlukan tambahan pemantauan terhadap harga minyak dunia.
Saat ini harga minyak kembali mengalami tekanan setelah permintaan dunia terus merosot. Tapi untuk menurunkan harga BBM lagi, masih harus mengamati harga minyak dunia stabil, terutama tren pergerakannya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya ke kantor Pertamina, Kamis (12/2), mengatakan setiap hari pemerintah memantau perkembangan harga minyak mentah dunia dan harga BBM.
Dengan kebijakan yang berlaku sekarang, harga minyak tanah, solar dan premium adalah juga komoditas yang masih disubsidi pemerintah.
"Subsidi komoditas ini tidak sedikit yang dikeluarkan oleh pemerintah," katanya.
Ia menambahkan harga BBM yang berlaku sekarang masih tetap tidak mengalami perubahan, kecuali ada perkembangan baru yang dapat menyesuaikan harga BBM tersebut.
Walaupun ada tendensius naiknya crude, namun dalam tiga hingga empat hari mulai turun, walaupun turunnya harga minyak mentah tidak signifikan.
"Berangkat dari sisi fundamental yakni sisi supply and demand dan perekonomian AS yang belum jelas tentang bailout pajak. Begitu juga resesi yang melanda semua negara, menyebabkan demand merosot," ujar Presiden. [tra]