inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BI Khawatir Upal Jelang Pemilu

Headline
inilah.com/ Subekti
Oleh: Rahman Ramadhan
Minggu, 15 Februari 2009 | 02:47 WIB
INILAH.COM, Bandung - Meski belum melihat adanya indikasi peningkatan peredaran uang palsu (upal), namun Bank Indonesia (BI) tetap mengantisipasi ancaman maraknya peredaran uang palsu di masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu 2009.

"Kita belum melihat adanya peningkatan, tapi tetap kita antisipasi," kata Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI Erry Setiawan dalam workshop Edukasi Kebanksentralan di Bandung, Sabtu (14/2).

Belum adanya peningkatan peredaran uang palsu, menurut Erry karena masyarakat semakin cerdas untuk mengenal keaslian uang yang beredar. "Itu karena masyarakat bisa mengenalinya," sebutnya.

Selain itu, Bank Indonesia menerapkan cara-cara preventif dan represif untuk mengantisipasi politik uang dengan menggunakan uang-uang palsu itu. Erry menjelaskan bahwa langkah preventif dilakukan BI dengan selalu memperbarui ciri-ciri uang dan terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali uang yang asli.

"Cara represifnya yang kita lakukan dengan menjalin kerjasama dengan kepolisian,"imbuhnya.

Bahkan pihaknya saat ini tengah membangun data base untuk membantu mengungkap kejahatan uang palsu. "Selama ini kejahatan itu biasanya sindikasi yang sulit untuk diungkap hingga ke dalangnya," ujarnya.

Ia mencatat selama tahun 2007 hingga 2008 peredaran uang palsu tidak cukup signifikan.

Sementara Direktur Prencanaan Strategis dan Humas BI Dyah Nastiti mengatakan bahwa uang itu pasti beredar dan pada suatu saat pasti pula kembali ke BI. "Jadi kalau sampai benar-benar ada peredaran uang palsu yang jumlahnya hingga triliunan rupiah pasti segera diketahui," ujarnya.

Dyah juga mengatakan bahwa produsen kertas untuk bahan baku uang di seluruh dunia jumlahnya hanya 10 buah sementara untuk bahan baku polymer hanya 1 saja, yakni di Australia.

Sementara untuk percetakan, satu-satunya percetakkan yang ditugasi hanya Peruri. Karenanya jika ada praktek pemalsuan dengan menggunakan uang ke rtas asli atau percetakkan yang asli, maka itu juga mudah pula diketahui.

Jadi, ia menambahkan, BI sangat yakin dengan sistem pengaman yang ada dan hingga saat ini juga belum mendeteksi adanya peredaran uang palsu tersebut. [dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.