INILAH.COM, Bandung - Meski belum melihat adanya indikasi peningkatan peredaran uang palsu (upal), namun Bank Indonesia (BI) tetap mengantisipasi ancaman maraknya peredaran uang palsu di masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu 2009.
"Kita belum melihat adanya peningkatan, tapi tetap kita antisipasi," kata Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI Erry Setiawan dalam workshop Edukasi Kebanksentralan di Bandung, Sabtu (14/2).
Belum adanya peningkatan peredaran uang palsu, menurut Erry karena masyarakat semakin cerdas untuk mengenal keaslian uang yang beredar. "Itu karena masyarakat bisa mengenalinya," sebutnya.
Selain itu, Bank Indonesia menerapkan cara-cara preventif dan represif untuk mengantisipasi politik uang dengan menggunakan uang-uang palsu itu. Erry menjelaskan bahwa langkah preventif dilakukan BI dengan selalu memperbarui ciri-ciri uang dan terus mengedukasi masyarakat untuk mengenali uang yang asli.
"Cara represifnya yang kita lakukan dengan menjalin kerjasama dengan kepolisian,"imbuhnya.
Bahkan pihaknya saat ini tengah membangun data base untuk membantu mengungkap kejahatan uang palsu. "Selama ini kejahatan itu biasanya sindikasi yang sulit untuk diungkap hingga ke dalangnya," ujarnya.
Ia mencatat selama tahun 2007 hingga 2008 peredaran uang palsu tidak cukup signifikan.
Sementara Direktur Prencanaan Strategis dan Humas BI Dyah Nastiti mengatakan bahwa uang itu pasti beredar dan pada suatu saat pasti pula kembali ke BI. "Jadi kalau sampai benar-benar ada peredaran uang palsu yang jumlahnya hingga triliunan rupiah pasti segera diketahui," ujarnya.
Dyah juga mengatakan bahwa produsen kertas untuk bahan baku uang di seluruh dunia jumlahnya hanya 10 buah sementara untuk bahan baku polymer hanya 1 saja, yakni di Australia.
Sementara untuk percetakan, satu-satunya percetakkan yang ditugasi hanya Peruri. Karenanya jika ada praktek pemalsuan dengan menggunakan uang ke rtas asli atau percetakkan yang asli, maka itu juga mudah pula diketahui.
Jadi, ia menambahkan, BI sangat yakin dengan sistem pengaman yang ada dan hingga saat ini juga belum mendeteksi adanya peredaran uang palsu tersebut. [dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !