INILAH.COM, Jakarta Jangan ragu jika suatu ketika anak Anda mendekati binatang. Jangan marah bila suatu saat, putra Anda bermain-main dengan hewan. Faktanya, mengenalkan anak dengan binatang sejak awal, ternyata diperlukan.
Psikolog dan pakar pendidikan menyebutkan, anak-anak perlu dikenalkan dengan hewan sejak dini. Selain dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, hubungan yang akrab dengan hewan juga dapat membantu anak mengembangkan rasa percaya kepada orang lain.
Selain itu juga dapat mengembangkan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal, merangsang keterampilan dalam membangun relasi yang hangat dan melatih anak untuk berempati.
Tujuan itulah yang coba disasar Sekolah Dasar Plus Tunas Global Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/2). Tunas Global menggelar Dolittle's Day sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Menurut Ken Aty Wardani, Pimpinan Yayasan Mandiri Tunas Global, pameran hewan piaraan dan hewan buas itu bertujuan untuk melibatkan anak-anak dengan berbagai jenis binantang, memelihara hewan piaraan yang baik, serta memperkenalkan kepada anak-anak tentang hewan jinak, piaraan dan buas.
"Mereka diperkenalkan kepada hewan di ruang kelas dan kini saatnya mereka melihat atau bahkan menyentuh wujudnya," kata Ken kepada INILAH.COM.
Hewan yang diperkenalkan kepada sekitar 400 anak-anak tersebut di antaranya, kura-kura, berbagai jenis anjing, kelinci, berbagai jenis ikan, ular, berbagai jenis burung, orangutan, kerbau, kuda, dan bahkan harimau. "Untuk beberapa hewan kami datangkan dari Taman Safari," ujar Ken.
Dalam acara tersebut juga digelar beberapa permainan. Permainan yang banyak menyita perhatian anak-anak di antaranya menunggang kuda, lomba menangkap ikan, menangkap bebek dan foto bersama bayi macan serta ular.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memperkanalkan hewan, terutama hewan piaraan kepada anak-anak. Anak yang berumur 3-4 tahun belum cukup matang mengendalikan kemarahan maupun agresivitas hewan. Oleh karena itu, awasilah ia ketika sedang bermain dengan hewan peliharaannya.
Hingga usia 10 tahun pun anak belum bisa memelihara atau merawat hewan piaraannya. Nah, orangtua harus membantu untuk merawatnya. Bila anak sudah bosan dengan hewan piaraan, harus segera mencari pengurus hewan yang baru atau diberikan kepada orang lain yang kira-kira dapat bertanggung jawab.
Juga harus dihindarkan anak memelihara ular, kodok, atau iguana karena sulit dipelihara dan harus lebih hati-hati. Demikian juga halnya dengan hewan yang agresif, seperti anak singa, dan lainnya. Walaupun sudah dilatih dan dipelihara dengan baik di dalam rumah, hewan tersebut bisa tetap agresif dan mengancam jiwa anak.
Untuk memperkenalkan hewan kepada anak sebelum mengenal hewan yang nyata juga ada lebih baiknya memperkenalkan lewat buku-buku atau berbagai permainan yang banyak dijual di toko buku. Ini juga untuk membiasakan anak untuk mengetahui kepenasaranan tentang sesuatu lewat literer atau buku sekaligus untuk meningkatkan minat baca.
Yang unik lagi di Amerika Serikat. Untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap hewan peliharaan, sebuah organisasi kemanusiaan di AS membuat sebuah permainan unik nan edukatif.
Permainan tersebut berjudul 'Pet Pals: New Leash on Life'. Dalam permainan ini, gamer diajarkan bagaimana cara pemeliharaan hewan dengan baik dan benar melalui metode simulasi.
Jennifer Hobgood dari The Humane Society of the United States, selaku penggagas permainan ini mengatakan, 'Pet Pals' ditujukan untuk anak-anak agar mereka dapat lebih mencintai peliharaannya.
Tak hanya sekadar bisa merawat, tetapi diharapkan juga dapat memberi pertolongan kesehatan pertama ketika sang hewan kesayangan sedang terganggu kesehatannya.
Sebuah ide yang unik dan cerdas. Mungkin organisasi lingkungan hidup di Indonesia dapat mencontohnya. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !