Minggu, 27 Mei 2012 | 05:01 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Marsilam Sponsori Sri Mulyani Wapres?
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Wahid Maruf
web - Minggu, 15 Februari 2009 | 16:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menjelang pemilu 2009, pasang memasang paket calon presiden dan calon wakil presiden menjadi wajar. Termasuk memunculkan paket SBY-Sri Mulyani menjadi capres dan cawapres. Siapa dibalik paket tersebut?

Mendekati pemilu siapa yang dipaketkan dengan SBY menjadi sangat krusial dan sensitif. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencoba mengutak-atik paket capres SBY untuk diduetkan dengan Sri Mulyani menjadi cawapres. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memecah-belah DemokratGolkar. Keharmonisan dua partai ini pun sempat menghangat sehingga memaksa SBY turun tangan.

Di tengah isu tersebut, ada juga pihak yang tetap memanfaatkan munculnya paket SBY-Sri Mulyani sebagai capres dan cawapres. Ulasan tersebut muncul di salah satu media ibu kota. Di media tersebut, Marsilam Simanjuntak yang menyebut dirinya sebagai penasehat Menteri Keuangan Sri Mulyani, duduk sebagai komisaris di media tersebut.

"Marsilam mendesak agar berita Sri Mulyani diisukan menjadi cawapres diangkat di media tersebut," demikian rumors yang beredar di kalangan wartawan.

Hubungan kerja Sri Mulyani dengan Marsilam sudah dekat sekali. Sang profesor memberikan masukan soal perundang-undangan untuk menguatkan setiap kebijakan yang diambil menteri keuangan.

Dengan melihat situasi yang ada menjelang pemilu 2009, memberikan peluang 'Sang Bos' posisinya naik dari posisi menteri. Untuk saat ini, dianggap memungkinkan melirik kursi wapres. Caranya, dengan merapat ke SBY yang belum bersikap tentang posisi ini. Dari pada kedahuluan, toh pasangan SBY saat ini juga belum berani mematok posisi untuk pilpres mendatang.

Inilah kesempatan membangun opini, membuka jalan Sri Mulyani menuju kursi RI 2. Kalau ada yang menyambut, itu suatu keberuntungan. Kalau tidak, maka dianggap sebagai dinamika saja.

Sementara sumber di lingkaran Partai Demokrat mengatakan keluarga Sri Mulyani adalah teknokrat. Mendiang Ibunya adalah PNS sehingga sudah akrab dengan Partai Golkar. Dalam dompet Ibunya pun terdapat kartu anggota Partai Golkar. "Jadi tidak mungkin akan merapat sebagai kader PKS. Walaupun belakangan ini, Sri Mulyani dekat dengan petinggi PKS dari jalur ILUNI," kata sumber tersebut.

Bahkan, Sri Mulyani sempat sowan kepada Ketua Partai Golkar dari hati ke hati, bahwa dirinya tetap Golkar. Kalau akhirnya pindah haluan berarti tercabut dari akar keluarganya.

Tetapi itulah politik. Dalam politik, tidak ada suatu yang abadi kecuali kepentingan. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.