INILAH.COM, Jombang - Rumor dibukanya kembali praktik dukun cilik Muhammad Ponari (9) menjadi magnet bagi ribuan warga. Meski hujan deras mengguyur Dusun Kedungsari, mereka tetap bertahan.
Bahkan hal itu mereka anggap sebagai berkah. Seiring dengan guyuran hujan, para pengunjung yang datang justru mendekat ke rumah dukun cilik itu untuk berebut air hujan yang jatuh dari genting rumah berdinding bambu tersebut. Mereka berdesak-desakan untuk mengumpulkan air hujan kemudian disimpan dalam botol air mineral, Minggu (15/2).
Maklum, meski dikabarkan akan membuka praktik, namun hingga sore hari Ponari tidak kelihatan batang hidungnya. Padahal, di pintu masuk dusun sudah berjejal orang yang datang ingin mendapatkan pengobatan. Sedang di depan rumah Ponari, terlihat aparat yang siaga dengan seragam doreng.
Massa yang tertahan di pintu antrean meluapkan kekesalannya dengan menjebol dinding pembatas yang terbuat dari anyaman bambu. Karena berjubelnya pengunjung, dinding antrean itu sempat jebol dan mengakibatkan kericuhan kecil
"Kabarnya hari ini dibuka, makanya saya sejak pagi sudah antre. Daripada tidak mendapat hasil lebih baik saya ambil air hujan untuk saya bawa pulang ," kata Huda, pengunjung asal Tulungagung dengan nada kesal.
Rencana pembukaan praktik Ponari dibenarkan Gepeng, salah satu panitia. Namun, karena dukun cilik itu ngambek, akhirnya rencana itu dibatalkan. Gepeng menjelaskan, dari hasil rapat panitia yang digelar hingga dini hari menghasilkan kesepakatan praktik dibuka. Namun sialnya, ada salah satu pasien yang mengambil gambar Ponari dengan kamera handphone.
"Akhirnya Ponari ngambek dan tidak mau melayani pasien," kata Gepeng beralasan. [beritajatim/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !