INILAH.COM, Jakarta - PT Investindo Nusantara Sekuritas tengah mempersiapkan emisi perdana (IPO) tiga perusahaan ke bursa saham pada tahun ini, dengan nilai maksimum pencatatan Rp 200 miliar.
Perseroan mengawali bisnis penjaminan efek 2009 dengan menjadi lead underwriter (penjamin emisi utama) PT Inovisi Infracom, yang rencananya dicatatkan pada April.
Menurut Direktur Utama Investindo Alverno J. Soenardji, saat ini perseroan sedang menuntaskan proses penawaran saham Inovisi dengan target dana Rp40 miliar. Setelah itu, proses pencatatan saham dua calon emiten akan difinalisasi.
Dia mengatakan nama dua perusahaan itu belum bisa diungkapkan. Yang pasti nilai IPO-nya per perusahaan di bawah Rp 100 miliar. Ditambah dengan IPO Inovisi, nilai totalnya mungkin di bawah Rp 200 miliar.
Pihaknya belum bisa memperkirakan jadwal efektif pencatatan saham dua calon emiten tersebut, karena masih menunggu moment yang tepat. Namun, dia memastikan perusahaan calon emiten itu tidak bergerak di bidang properti.
Alverno yakin kalau kondisi bursa akan lebih membaik pada triwulan III, seiring dengan makin berkurangnya kekhawatiran investor global terkait dengan perlambatan ekonomi dunia.
Saat ini bisnis penjaminan emisi saham memberi kontribusi pendapatan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan dari bisnis penjaminan emisi obligasi.
"Underwriting fee obligasi hanya berkisar 0,3% hingga 0,5% dari nilai emisi, sedangkan penjaminan emisi saham jauh di atas itu," ujarnya.
Saat ini terdapat lima perusahaan tengah memproses IPO, yakni PT Bumi Citra Permai Tbk dengan target perolehan dana Rp 42 miliar, PT Mitrasurya Cemerlang Tbk yang menargetkan dana Rp 95 miliar, PT Trikomsel Oke Tbk (target dana Rp 1,1 triliun), PT Katarina Utama Tbk (Rp 100 miliar), dan PT Inovisi Infracom (Rp 40 miliar). [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !