INILAH.COM, Jakarta Komet hijau aneh akan melitas bumi bulan ini. Komet yang disebut Lulin ini kemungkinan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Tapi untuk melihat secara jelas dibutuhkan teleskop atau minimal keker. Kesempatan terbaik untuk melihat adalah menjelang fajar di langit sebelah selatan. Posisinya dekat Saturnus diantara dua bintang Spica dan Regula.
"Pada Senin (23/2) akan berada 38 juta mil dari bumi dan paling dekat," kata Donald Yeomans, manager program Near Earth Object NASA.
Cerita mengenai komet ini lebih heboh dibandingakn kemunculannya, karena jarang bisa diamati. Warna hijau berasal dari tipe karbon dan cyanogen yang merupakan gas beracun.
Lulin ditemukan ABG asal China dua tahun lalu. Komet ini diperkirakan masih memiliki sisa gas yang biasanya hilang saat mendekati matahari. Beda dengan komet lain yang bisa dilihat dari bumi, Lulin akan melakukan perjalanan paling dekat ke matahari.
Planet dan kebanyakan obyek di tata surya mengitari matahari berlawanan arah jarum jam. Tapi Lulin sebaliknya searah jarum jam, kata astronomer NASA Stephen Edberg.
Berkat ilusi optis komet itu terlihat memiliki ekor berada di depan ."Komet itu berlawanan dengan sistem tata surya," katanya.
Komet itu berasal dari luar tata surya dengan jarak 18 triliun mil. Jika sudah melakukan perjalanan di sekitar matahari, Lulin akan memiliki cukup kecepatan untuk keluar dari sistem tata surya, jelas Edberg.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !