INILAH.COM, Jakarta - PDIP mendeklarasikan 'Kontrak Politik untuk Perubahan'. Jika target perubahan gagal dicapai, maka anggota FPDIP DPR 2009-2014 dilarang mencalonkan diri pada pemilu legislatif 2014. Semua caleg banteng moncong putih diminta menaati kontrak tersebut.
"Saya selaku ketua umum PDIP meminta semua calon legislatif DPR RI 2009-2014 PDIP dari Aceh hingga Papua untuk menaati kontrak politik. Jika PDIP gagal memperjuangkan 3 isu utama, maka yang terpilih di DPR RI (2009-2014) diminta tidak mencalonkan diri pada pemilu legislatif 2014," kata Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (19/2).
Dituturkan Mega yang didampingi Sekjen PDIP Pramono Anung ini, kontrak politik tersebut dibuat secara terukur, yaitu isu perjuangkan sembako murah, isu ciptakan jutaan tenaga kerja, dan isu tingkatkan kesejahteraan rakyat.
Mega menegaskan, ketiga isu tersebut akan tercapai jika PDIP mengontrol pemerintahan. Karena tanpa instrumen kekuasaan, PDIP tak akan memiliki sumber daya resmi untuk menggerakkan kebijakan.
"Kontrak politik ini dengan sendirinya hanya berlaku jika PDIP mengontrol pemerintahan eksekutif dan legislatif. PDIP hanya dapat mengontrol kebijakan publik jika Presiden RI (2009-2014) berasal dari PDIP, dan kursi 30 persen di DPR RI (2009-2014) dikuasai PDIP," katanya.
Dalam waktu dekat beberapa caleg DPR dari PDIP akan diminta menandatangani kontrak politik tersebut, yang langsung disaksikan Mega.
"PDIP sebagai partai modern selalu mencari terobosan dan ikhtiar agar pemilu menjadi wadah perubahan nasib rakyat yang sebenarnya. Kontrak politik yang dipelopori PDIP semoga menjadi monumen yang sehat bagi pertumbuhan demokrasi," ujarnya.
Ketika diminta komentarnya tentang pernyataan Sultan HB X yang tidak bersedia menjadi cawapres, Mega mengatakan, pihaknya akan mengkonfirmasi pernyataan Sultan tersebut.
Bakal cawapres PDIP masih dibahas oleh tim hasil Rakernas PDIP akhir Januari lalu. Tim akan memberikan rekomendasi nama-nama bakal cawapres dari hasil penjaringan. Selanjutnya Mega akan memutuskan siapa pendampingnya secara definitif. [*/sss]