Senin, 28 Mei 2012 | 10:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ketua KPU Jatim Tahu Statusnya di Koran
Headline
Wahyudi Purnomo - inilah.com/ Subekti
Oleh:
web - Jumat, 20 Februari 2009 | 15:36 WIB
INILAH.COM, Kediri - Ketua KPUD Jawa Timur Wahyudi Purnomo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkada ulang di Madura. Namun, ia justru menanggapi dengan enteng status itu.

Ditemui wartawan di sela-sela fit and proper test anggota KPUD Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek, di Hotel and Restoran Bukit Daun, Kediri, Jumat (20/2) pagi, ia mengaku, belum menerima surat pemberitahuan.

"Saya sendiri mengetahui setelah membaca koran, dan melihat tivi. Karena, hingga kini belum ada pemberitahuan dari Polda Jatim," tutur Wahyudi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Wahyudi, jika itu sebuah langkah hukum, maka ia akan patuh. Artinya, dia akan mempersiapkan subtansi dan materi untuk mengklarifkasi semua tuduhan dan penetapan tersebut.

"Kita telah memerintahkan kepada KPU Sampang dan Bangkalan untuk mempersiapkan segala materi hasil pilkada. Selain itu, kita juga didampingi oleh kuasa hukum yang akan menyelesaikan masalah itu," terang Wahyudi.

Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim atas pemalsuan penyusunan DPT pilkada ulang di Bangkalan dan Sampang. Penyidikan dilakukan setelah menerima limpahan dari Pawas tentang laporan tim Khofifah-Mudjiono (KaJi).

DPT palsu yang ada di Bangkalan dan Sampang ini, berdasarkan laporan, setidaknya mencapai 345.034. Atau 27,165% dari total DPT di dua kabupaten sebesar 1.244.619 DPT. [beritajatim/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.