Selasa, 29 Mei 2012 | 05:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ancaman Asteroid Makin Nyata
Headline
istimewa
Oleh: Budi Winoto
web - Sabtu, 21 Februari 2009 | 08:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penemuan meteorit dari asteroid yang meledak di atas Sudan pada Oktober lalu menjadi sejarah baru bagi astronomi. Untuk pertama kalinya ilmuwan berhasil mendeteksi batu antariksa yang akan menabrak bumi.

Perhitungan orbit memperkirakan, obyek masuk atmosfer Sudan pada 0246 GMT tangga 7 Oktober dan ternyata benar. Batu angkasa itu diperhitungkan kurang dari lima meter, sangat kecil untuk menembus atmosfer bumi dan menyebabkan kerusakan fatal.

Bola api terang diketahui oleh awak pesawat KLM dan diobservasi oleh banyak satelit. Pengamatan juga dilakukan oleh satelit cuaca disebut Meteosat-8.

Saat asteroid yang disebut 2008 TC3 ditemukan pada 6 Oktober tahun lalu, hanya 20 jam sebelum mencapai bumi. Itulah pertama kalinya batu angkasa berhasil diidentifikasi sebelum menghantam bumi, sehingga perlu adanya peringatan dini berhubungan dengan jatuhnya meteor ke bumi.

Sebelumanya asteroid diperkirakan sebagai materi yang mudah hancur. Seperti 2008 TC3 hancur segera setelah masuk atmosfer dan meledak 37 kilometer di atas tanah.

Obyek serupa jatuh di Tagish Lake di Kanada pada tahun 2000. Metroid Tagish Lake terbuat dari materi yang sangat lemah dan masuk dalam kelompok carbonaceous chondrites yang telah terpengaruh oleh panas atau proses lain sejak tata surya terbentuk pada 4,5 miliar tahun lalu.

"Aku mengira komposisinya akan serupa dengan meteorit Tagish Lake, tetapi 2008 TC3 tidak menunjukkan semuanya rapuh," kata pakar meteorit Peter Brown dari University of Western Ontario di Kanada.

Runtuhan meteorit itu juga memberikan data penting, berupa masa awal sistem tata surya. Misalnya saja menyangkut temperatur serta komposisi kimia. Selain itu 2008 TC3 penting karena induknya telah diamati sebelum jatuh, sehingga bisa dihitung orbitnya di sekitar matahari. Data ini memberikan informasi tepat mengenai lokasi meteoroit posisi aslinya di tata surya.

Untuk metorit lain, penghitungan banyak berhubungan dengan perkiraan. Meteorit biasanya baru diketahui setelah 10 kali kemunculan bola api. Dengan meteor yang ditemukan itu, ilmuwan bisa memperkirakan jalur sebelum masuk ke atmosfer.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.