INILAH.COM, Washington - Berita di The Telegraph menyebabkan kehebohan diantara pemburu harta karun. Google Earth menampilkan kota tua Atlantis di dasar laut 1.000 kilometer di luar pantai Afrika.
Pakar Atlantis mengatakan pada The Telegraph garis-garis itu bisa sebagai petunjuk lokasi Atlantis, kota legendaris yang digambarkan oleh filosuf besar Plato.
Tapi Google membantahnya. "Memang banyak penemuan hebat Google Earth, hutan perawan di Mozambique tempat hidup spesies tidak dikenal, jajaran karang di pantai Australia, serta sisa pemukiman Romawi Kuno, hanya beberapa diantaranya," kata Google.
Untuk kasus ini user melihat jejak proses pengumpulan data. Bathymetric (permukaan dasar laut) sering dikumpulkan dari perahu menggunakan sonar untuk mengukur dasar laut. Garis merefleksikan jalur perahu saat mengumpukan data," kata Google.[ito]