INILAH.COM, Jakarta Rencana wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di rumah SBY, Minggu (22/2) malam banyak mengundang tanya. Namun, Kalla menyebut, wajar jika ia bertemu dengan SBY.
Hubungan antara keduanya, dinilai banyak pihak sedikit 'menghangat'. Hal itu, terutama sejak wakil ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyebut perolehan suara Golkar hanya 2,5%. Ditambah, karena Kalla telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi calon presiden pada 2009.
Namun, semua itu ditepisnya. Usai menjamu mediator perdamaian RI-GAM Martti Ahtisaari, di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro No 2, Jakarta, ia mengatakan, wajar jika ia akan bertemu SBY. Sebab, ia adalah wakil presiden yang ingin menemui presiden.
"Minggu lalu (15/2), karena masalah waktu sulit, maka tentunya malam ini saya ingin ketemu presiden. Karena pertemuan beliau (di rumah SBY), tentu saja (SBY) bisa kasih keterangan," ucapnya kepada wartawan.
Ia juga menyebut, dalam pertemuan dengan Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia itu juga tidak menyinggung rencana pertemuannya dengan SBY. Juga rencana Kalla yang siap menjadi capres di Pilpres 2009. "Tidak etis untuk dibicarakan berdua. Itu masalah domestik," ujar Kalla.
Keinginan Kalla untuk bertemu SBY baru dapat terlaksana malam ini, setelah sempat tertunda selama sepekan. Pertemuan akan dilakukan di rumah pribadi SBY, Puri Cikeas, Bogor, malam ini.
Sebelumnya, Kalla akan melaporkan hasil kunjungan kenegaraannya ke Jepang, Amerika Serikat, Belgia, dan Belanda pada 15 Februari lalu. Namun, karena kesibukan kenegaraan, SBY belum bisa menerima Kalla.
"Tentu, Pak SBY dan Pak JK juga akan membicarakan masalah politik terkini," jelas sebuah sumber di kantor Wapres. [nuz]