INILAH.COM, Bogor - Meski Wakil Presiden Jusuf Kalla bersedia menjadi calon presiden pada pilpres Juli mendantang, bukan berarti pemerintahan akan terganggu. Sebab baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla bertekad menyelesaikan pemerintahan dengan baik.
Menurut Juru Bicara Kepresiden Andi A. Mallarangen, pertemuan empat mata SBY-JK tidak hanya membahas masalah politik terkini, namun juga soal rekonstruksi Aceh dan ekonomi. SBY-JK setuju untuk tetap berkerjasama dalam memantau proses rekonsiliasi yang sedang berlangsung di daerah yang dilanda Tsunami pada akhir 2004 lalu.
"Trust building masih terus dilanjutkan karena sampai saat ini ada kecurigaan (RI-GAM). Rekonsiliasi harus berhasil agar Aceh kembali maju bersama propinsi-propinsi lain dalam rangka NKRI," jelas Andi, dalam konferensi persnya usai pertemuan SBY-JK di kediaman SBY, di Puri Cikeas Indah, No. 2, Bogor, Jawa Barat. Minggu (22/2).
Sedangkan dalam bidang ekonomi, tutur Andi, terkait penanganan krisis global. Dalam pertemuan tertutup tersebut, lanjut Andi, JK juga melaporkan mengenai penilaian dunia internasional terhadap langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam mengatasi krisis. Dunia internasional umumnya menilai Indonesia baik dalam menyelesaikan krisis.
"Presiden memberikan direction kepada wapres untuk memberikan kooordinasi terhadap menteri-menteri terkait agar belanja pemerintahan berjalan dengan baik untuk mengawasi agar tidak keterlambatan bantuan pemerintah terhadap sektor riil. Wapres diminta untuk berkoordinasi dengan BI mengembangkan perekonomian dalam negeri," tandas Andi yang juga Ketua DPP Partai Demokrat. [jib]