INILAH.COM, Jakarta - Setelah tertunda berkali-kali, akhirnya Wapres Jusuf Kalla bertemu Presiden SBY. Pertemuan pun berlangsung hangat selama 45 menit. Isinya, SBY meminta JK dapat meredam tingginya suhu perpolitikan.
"Presiden mengharapkan saya selaku ketua umum Partai Golkar untuk menjaga agar suasana politik tidak memanas dan komunikasi Demokrat maupun Golkar tetap dapat berlangsung dengan baik," ujar Wapres JK dalam percakapan dengan INILAH.COM pertelepon, Minggu (22/2) pukul 23.15 WIB.
Menurut JK, pertemuan berlangsung sangat baik. "Kami berpelukan hangat, mungkin karena kami sudah cukup lama tidak bertemu," ungkap JK. Menurut catatan INILAH.COM kedua tokoh ini bertemu terakhir kalinya pada 28 Januari lalu. Berarti 25 hari keduanya tidak bertemu.
Dalam pertemuan dengan SBY, JK mengaku sempat menjelaskan mengenai kondisi Partai Golkar. "Golkar itu seperti perusahaan terbuka yang ada aturan main dan pemegang sahamnya. Jadi harus berjalan transparan," urai JK.
Selain itu, lanjut JK, pertemuan tersebut juga sepakat untuk meningkatkan situasi aman di Aceh. Apalagi, SBY juga dijadwalkan berkunjung ke serambi mekah tersebut. "Kami sepakat meningkatkan perdamaian di Aceh termasuk pembangunan ekonominya dapat semakin baik," jelasnya.
Adakah harapan SBY yang disampaikan langsung dalam pertemuan itu? "Presiden mengharapkan saya tetap mengkoordinir percepatan pembangunan seperti yang telah digariskan Kabinet Indonesia Bersatu untuk menghadapi krisis global," jawab JK.[ton]