INILAH.COM, Jakarta - Perang klaim keberhasilan parpol pendukung pemerintah telah dimulai. Iklan keberhasilan swasembada beras kader PKS merupakan jawaban atas klaim iklan Golkar. Namun, Golkar tidak terima bila swasembada beras itu hanya keberhasilan PKS semata.
"Keberhasilan itu adalah milik bersama tidak boleh dikotak-kotakan. Dia (PKS) tidak boleh berpikiran sempit karena siapa saja boleh mengklaim asal punya relevansinya," kata Ketua Harian Bappilu II Partai Golkar Firman Subagyo kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (25/2).
Menurut Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kesra ini, bukan hanya PKS yang punya andil atas keberhasilan swasmbada beras, tapi Golkar juga punya peran dalam keberhasilan swasembada beras itu. "Pemerintahan itu satu, tidak ada pemerintahan PKS atau Golkar. Yang ada itu presiden, wapres dan menteri-menterinya. Pak JK itu cukup getol dalam menangani swasembada beras," ujarnya.
Firman mengimbau, agar parpol-parpol pendukung pemerintah untuk tidak bersikap seperti anak-anak. Diakui Firman, klaim PKS terkait keberhasilan swasembada beras merupakan hal yang sah dilakukan. Namun, pihaknya menyayangkan jika PKS tidak mau mengakui keberhasilan tersebut juga karena peran JK sebagai wakil presiden.
Golkar sebelumnya, melalui iklan politiknya menyebutkan bahwa kader Golkar di DPR dan di pemerintahan telah berhasil mewujudkan swasembada pangan. Lalu iklan PKS muncul menjawab iklan Golkar dengan menyebutkan bahwa keberhasilan swasembada pangan itu dilakukan oleh kader PKS Anton Apriantono yang menjabat sebagai Menteri Pertanian di kabinet SBY-JK. [mut/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !