INILAH,COM, Jakarta -- Pijat kebugaran atau pencerahan, kini menjadi semacam kebiasaan atau trend dalam kehidupan masyarakat, terutama di kota-kota besar. Di banyak tempat, ketika seseorang merasa penat di saat kerja, atau sehabis bekerja, dia butuh rileks, butuh istirahat. Tujuannya hanya satu: mendapatkan kesegaran dan kebugaran. Karena itu, pijat kebugaran disebut juga pijat rileks, dan bersifat darurat.
Pijat kebugaran juga disebut pijat perawatan yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah. Pemijatan hanya dilakukan pada anggota badan bagian atas seperti kepala, wajah, leher, pundak, tengkuk dan juga tangan.
Untuk mendapatkan perawatan yang sempurna, posisi pasien tidak boleh duduk, tapi harus tidur terlentang atau setengah tidur. Pijat seperti ini (kebugaran), biasanya diminati oleh mereka yang pekerjaannya memerlukan konsentrasi (banyak berpikir) atau mereka yang sehari-harinya berkutat di depan komputer.
Melalui pijat kebugaran, peredaran darah pada bagian wajah, telinga, serta aliran darah yang menuju ke otak menjadi lancar, sehingga wajah kelihatan cerah dan berseri. Begitu pula otot-otot tangan menjadi lentur sehingga tidak mudah terjadi ketegangan pada persendian.
Secara berurutan, pemijatan di daerah wajah dimulai dari dahi, atau sekitar tulang dahi (osfrontralis), kening, sampai tulang pelipis (ostemporalis).
Kemudian pemijatan di daerah hidung dimulai dari tulang hidung (osnozalis), sampai ke bagian bawah yakni (consanasalis).
Setelah itu turun ke rahang atas (osmaksiralis, lalu ke tulang pipi (ossigomatikesa), dan turun lagi ke rahang bawah (osmandibularis).
Khusus untuk daerah ubun-ubun (osvaritalis) perlu dipijat dengan gerakan friction atau memutar seperti jarum jam. Gerakan putaran ini bisa dilakukan selama 5-10 menit agar wajah jadi lebih ceria dan sinar mata jadi bersih.
Semua itu, bertujuan melancarkan peredaran darah, memberikan rasa nyaman, dan kekenyalan pada sel-sel darah sehingga peredaran darah pada wajah menjadi lancar. Juga, bisa membuat mata jadi bersih, dan memperlambat penglihatan minus pada mata.
Merangsang syaraf
Pemijatan untuk daerah wajah, dimulai dari garis kening, diurut ke atas dari sisi sebelah kanan sampai kiri, hingga ke ubun-ubun atau tulang tengkorak kepala. Lalu, turun ke bawah sampai di atas telinga dan daerah tulang pelipis. Pemijatan menggunakan gerakan urut, menekan, dan friction (gerakan memutar) lalu melipat kulit ke atas. Pemijatan harus lembut, dengan dosis sedang.
Pijatan pada tulang pelipis berguna untuk merangsang syaraf telinga, otak dan mata. Agar mata bisa bersinar lebih bersih maka syaraf diberi rangsangan agar darah bisa masuk dengan cukup, dan metabolisme menjadi lancar.
Untuk daerah telinga, pijatan dimulai dari kelenjar di bawah telinga, lalu turun ke leher samping agak kedepan. Gerakan yang dipakai adalah eflorase (urut) silang. Eflorase tidak boleh keras-keras, tapi dengan lembut, penuh perasaaan dan harus menuju ke arah jantung. Setelah itu, pemijatan diteruskan sampai leher samping dan leher belakang, tengkuk, bahu/pundak, tangan sampai ke ujung jari.
Pemijatan di daerah pundak, harus menggunakan perasaan yang lebih tajam untuk menemukan syaraf-syarat yang menuju ke tulang belakang atau tulang leher, sampai ke persendian tulang punggung. Syaraf-syaraf inilah yang menggerakkan tangan, leher dan syaraf jantung, paru-paru atau diafragma.
Selanjutnya daerah hidung. Pijatan di daerah tulang rawan, bisa dilakukan dengan memakai lapisan handuk atau kain, bisa ditarik ke bawah sehingga tulang hidung yang menonjol tampak lebih bersih dan mancung. Dari daerah hidung, pijatan menurun sampai ke tulang rahang atas.
Setelah itu, pemijatan diteruskan sampai leher bagian samping dan belakang, tengkuk, bahu/pundak, tangan sampai ke ujung jari. Pada daerah samping leher, bisa dipakai gerakan urut menuju ke arah jantung untuk menarik selaputselaput pembuluh darah leher agar leher kelihatan lebih keras tidak mengerut dan darah jadi lancar dan kulit jadi kenyal/rileks.
Untuk daerah tangan, pemijatan dimulai dari lengan bawah sampai atas hingga di lipatan ketiak, lalu turun ke jari-jari. Pijatan jari-jari menggunakan pijat stretching atau ditarik agar persendian mendapatkan peragangan yang cukup sehingga jari-jari menjadi lentur.
Seluruh proses pemijatan ini boleh dilakukan seminggu satu kali selama 45-60 menit. Bisa digunakan untuk semua golongan usia: dewasa, remaja, dan anak, baik dalam keadaan rileks maupun pusing misalnya. Juga, untuk pertolongan penderita migraine, dan penyakit yang berhubungan dengan kepala, telinga, mata, pundak dan tangan.
Bagi kaum hawa, pemijatan ini bisa berfungsi sebagai make up. Artinya, saat dipijat mereka bisa memakai cream-cream tertentu, agar kulit menjadi lebih bersih, sekaligus bisa mengangkat lemak-lemak dalam permukaan kulit.