INILAH.COM, Jakarta - Munculnya logo PKS yang diubah menjadi lambang komunis dinilai sebagai upaya adu domba menjelang Pemilu 2009. Namun, partai itu menyatakan belum akan membawa masalah itu ke ranah hukum.
"Orang iseng itu, mau diapakan. Kita cari yang lebih penting. Yakni memenangkan Pemilu 2009," ujar Humas PKS Ahmad Mabruri saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (26/2).
Menurut Mabruri, lambang PKS berpalu arit yang tersebar di internet ini, bukan suatu hal yang patut dipermasalahkan. PKS sama sekali tidak dirugikan dengan hal tersebut.
"Kita akan lapor ke polisi jika lambang tersebut dipasang seperti baliho di Jakarta," pungkasnya.
Masyarakat, lanjut dia, sudah cerdas dalam menyikapi dan menanggapi lambang tersebut. Semua orang bebas untuk berkreasi di dunia maya. [bar/nuz]