inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Alamak! Tifatul & JK Berbalas Pantun

Headline
Hidayat-Tifatul-Jusuf Kalla - inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Abdullah Mubarok
Kamis, 26 Februari 2009 | 20:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta Presiden PKS Tifatul Sembiring memang raja pantun. Di hampir setiap kesempatan, ia memang kerap melontarkan sajak khas Melayu ini. Sehingga, saat Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla datang ke markas besarnya, ia tak lupa melontarkan pantun. Kalla pun ternyata tak mau kalah. Ia membalas pantun itu dengan gaya tersendiri.

'Kalau datang ke Kota Padang, mampir ke Solok membeli beras. Kalau JK datang ke Mampang, maka isyarat makin jelas," lontarnya saat memulai kata sambutan, di gedung DPP PKS, Kamis (26/2).

Lontaran pantun ini membuat pengunjung diskusi 'Ke Arah Mana Koalisi Pasca Pemilu Legislatif 2009' secara spontan tertawa riuh. Bahkan, saat menutup sambutan pun, ia kembali melontarkan pantun singkat. "Nenek Sofian mengunyah sirih. Cukup sekian terima kasih," ujarnya, yang lagi-lagi disambut tawa riuh.

Tak mau kalah, Kalla membalas sambutan itu dengan pantun pula. Ia sebelumnya menyebut walaupun Tifatul kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, namun menyukai pantun. "Saya orang Semandau, harus dibalas pantunnya," ujar Kalla.

Kalla kemudian melontarkan pantun,"Buka ladang bukan sembarang ladang. Di ladang banyak jerami. Bukan datang sembarang datang, untuk erat silaturahmi."

Tawa hadirin kembali bergemuruh di dalam gedung DPP PKS. Suasana ini, jelas membuat gedung yang penuh sesak itu sedikit segar. Suasana diskusi pun akhirnya mengalir dengan lancar. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.