Wacana JK akan menjadi capres Golkar pada pilpres 2009 nanti sudah begitu menghangat. Bahkan wacana siapa cawapresnya pun sudah bermunculan dan yang sedang hangat adalah duet JK-Hidayat (HNW). Walaupun semuanya masih dalam tataran wacana dan belum final. Namun apakah memang suara Golkar sudah satu soal pencapresan JK?
Secara internal ternyata Golkar belum kompak. Ini jelas akan membuat koalisi tidak akan kokoh dan berjalan dengan baik. Ketua DPP Partai Golkar Muladi mengakui adanya faksi-faksi menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden di tubuh Pohon Beringin (Golkar). Setiap faksi mengusung tokoh berbeda untuk capres, namun tidak sampai memecah persatuan partai.
Saat ini, terang Muladi, ada faksi yang menginginkan pasangan SBY-JK tetap bertahan, JK maju sebagai capres dan juga ada yang menginginkan Golkar berkoalisi dengan PDIP. Ia mengakui ada kecenderungan atau keinginan agar JK akan maju sebagai capres, namun opsi pasangan SBY-JK terus berlanjut juga tetap terbuka.
Muladi juga mengatakan ada pula yang menginginkan Golkar berkoalisi dengan PKS atau Partai Demokrat. Namun, Muladi mengingatkan kembali, pembahasan capres dan cawapres tersebut baru dibicarakan pada rampimnas partai.
Kondisi ini jelas mengisyaratkan bahwa upaya membangun koalisi masih sangat cair. Karena akan sangat sia-sia seandainya upaya untuk membangun koalisi sudah dimulai dan tentunya akan menghabiskan tenaga, namun pada kenyataannya nanti secara internal Golkar memutuskan lain, dan ternyata keputusan partai beringin itu bukan JK sebagai capresnya. Lantas mau kemana koalisi JK-Hidayat yang sedang hangat hari ini.
Sewajarnya Golkar harus menertibkan barisan internal terlebih dulu agar semua pihak bisa menilai dan mengambil keputusan dengan baik. Satukan dulu suara siapa yang akan menjadi capres Golkar pada pilpres 2009 nanti, setelah itu baru dilakukan upaya-upaya untuk membangun koalisi. Hal ini akan lebih fair dan akan bisa diterima semua pihak.
Iqbal Anas, direkturb@gmail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !