INILAH.COM, Jakarta - Meski mengaku biasa saja manuver Golkar PKS yang akan berkoalisi, namun Partai Demokrat tetap mengharapkan agar PKS dan Golkar masih mau berkoalisi dengan Demokrat di 2009. Sebab, hanya dua partai besar itu yang bisa membawa kemenangan Demokrat.
"Iya kita memang masih perhitungkan untuk bisa berkoalisi lagi. Tentunya kami tidak akan berkoalisi dengan PDIP yang sudah pasti punya capres, karena komprominya akan sulit," kata Ketua Fraksi PD DPR-RI Syarief Hasan kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (27/2).
Syraief yakin, pintu koalisi dengan PKS dan Golkar masih akan terbuka untuk Demokrat. Sebab, sampai saat ini kedua partai tersebut belum menetapkan secara resmi siapa capres yang akan diusung pada Pilpres 2009 mendatang.
"Bagi kami pertemuan PKS-Golkar semalam biasa saja, tidak ada masalah bagi kami. Kita akan menanggapi positif saja. Tidak ada sesuatu yang serius, kan semuanya tergantung pemilu. Saya kira itu komunikasi yang sifatnya silaturahmi, komunikasi politik jelang pemilu itu kan perlu. Untuk itu masih ada kemungkinan bagi Demokrat koalisi dengan Goklkar," katanya.
Dalam pertemuan antara PKS dan Golkar menunjukkan sinyal yang kuat bahwa kedua parti itu siap menjalin berkoalisi. Namun, menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, Golkar masih malu-malu untuk berkoalisi. Padahal, sebenarnya PKS ingin melihat secara jelas gambaran koalisi yang diinginkan Golkar, sehingga PKS dapat menentukan langkah terkait format koalisi yang digambarkan tersebut. [mut/jib]