INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan Partai Golkar dengan PKS Kamis (26/2) malam, dinilai hanya semacam pemanis politik atau dagelan politik. Sebab, pertemuan tersebut tidak menghasilkan apapun terhadap 2 partai.
"Itu hanya dekorasi politik atau gincu politik politik saja. Cara seperti itu sebenarnya membosankan rakyat, karena semuanya berpulang kepada keputusan setelah pemilu legislatif. Pertemuan Golkar-PKS semalam sebenarnya tidak ada untungnya buat Golkar," kata Ketua Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi DPP Partai Golkar, Zainal Bintang kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (27/2).
Menurut Zainal pertemuan Golkar dan PKS semalam lebih mirip seperti dagelan politik semata. Sebab, tidak ada hasil yang yang dicapai dari pertemuan tersebut. Terlebih ada pernyataan dari PKS yang mengaku sudah serius untuk berkoalisi tapi Golkarnya masih malu-malu.
"Keculai Golkar mengatakan setelah bertemu dengan PKS telah mendapat inspirasi untuk mengembangkan pertemuan selanjutnya. Selama JK tidak menambah tensi politik terhadap pernyataan kesiapannnya menjadi capres, maka tidak akan punya pengaruh apa-apa," katanya.
Zainal menyatakan, Golkar yang hingga saat ini belum menetapkan siapa capresnya telah menunjukkan bahwa Golkar tidak ada bedanya dengan partai kecil. Bahkan menurutnya, Golkar telah kalah dengan Gerindra yang merupakan partai baru tapi sudah percaya diri untuk menetapkan siapa capresnya.
"Upaya Golkar tidak ada hasilnya untuk pencitraan Golkar. Padahal Golkar sudah berhasil memancing animo masyarakat dengan pernytaan JK mau maju. Kalau begitu apa bedanya partai Golkar dengan partai kecil. Bahkan Gerindra lebih maju dari Golkar," pungkasnya [mut/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone