inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bulog: Harga Beras Bergejolak

Headline
Mustafa Abubakar
Oleh:
Jumat, 27 Februari 2009 | 18:17 WIB
INILAh.COM, Jakarta - Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar mengatakan harga beras di beberapa daerah di Indonesia mulai bergejolak.

"Sulawesi Utara harga bergejolak, Sumatera Utara sedikit bergejolak, Kalimantan stabil, daerah Jawa bergejolak," kata Mustafa usai acara penyerahan Raskin Award 2008 di Perum Bulog, Jakarta, Jumat (27/2).

Menurutnya, penyebab harga beras bergejolak di beberapa daerah tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan katerlambatan penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin).

Keterlambatan penyaluran Raskin bulan Januari dan Februari lebih karena keterlambatan 1,5 bulan penetapan Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Tapi Raskin bulan Januari sudah disalurkan awal bulan ini dan langsung bisa menurunkan harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat," ujarnya.

Sejauh ini, Mustafa mengatakan, pihaknya telah menyalurkan 21% dari target ditetapkan. Rencananya pertengahan dan akhir bulan Maret Bulog akan menyalurkan Raskin untuk bulan Februari dan Maret sebesar 600.000 ton.

Lebih lanjut, Dirut Perum Bulog ini mengatakan, pihaknya menggunakan dua variabel untuk penyaluran Raskin pada masyarakat. Pertama, apabila harga beras di masyarakat mahal, Bulog akan langsung menyalurkan Raskin untuk dua bulan.

"Sedangkan variabel kedua yang akan dilakukan Bulog adalah menyalurkan dua bulan jatah Raskin sekaligus apabila isi gudang terlalu penuh," ujar Mustafa.

Tapi semua juga tergantung dengan kesiapan daerah dalam pelaksanaannya, yang jelas ketahanan Raskin harus mencapai 10 bulan.

Sementara itu, Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurti mengatakan, kemungkinan terjadinya puso akibat curah hujan yang cukup tinggi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Kalau sampai puso saya kira tidak besar seperti yang dibayangkan. Kalau 60.000 hektar dibandingkan 12 juta hektar untuk skala nasional itu kan kecil," ujarnya.

Terhadap sawah-sawah petani yang mengalami puso, Bayu mengatakan, pemerintah akan membantu memberikan paket subsidi berupa benih, pupuk, dan modal kerja. Namun saat ditanya bagaimana penyerahannya ia menjawab, "Kalau teknisnya saya rasa Departemen Pertanian yang lebih tahu, dan sepertinya itu sudah disiapkan". [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.