INILAh.COM, Jakarta - Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar mengatakan harga beras di beberapa daerah di Indonesia mulai bergejolak.
"Sulawesi Utara harga bergejolak, Sumatera Utara sedikit bergejolak, Kalimantan stabil, daerah Jawa bergejolak," kata Mustafa usai acara penyerahan Raskin Award 2008 di Perum Bulog, Jakarta, Jumat (27/2).
Menurutnya, penyebab harga beras bergejolak di beberapa daerah tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan katerlambatan penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin).
Keterlambatan penyaluran Raskin bulan Januari dan Februari lebih karena keterlambatan 1,5 bulan penetapan Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Tapi Raskin bulan Januari sudah disalurkan awal bulan ini dan langsung bisa menurunkan harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat," ujarnya.
Sejauh ini, Mustafa mengatakan, pihaknya telah menyalurkan 21% dari target ditetapkan. Rencananya pertengahan dan akhir bulan Maret Bulog akan menyalurkan Raskin untuk bulan Februari dan Maret sebesar 600.000 ton.
Lebih lanjut, Dirut Perum Bulog ini mengatakan, pihaknya menggunakan dua variabel untuk penyaluran Raskin pada masyarakat. Pertama, apabila harga beras di masyarakat mahal, Bulog akan langsung menyalurkan Raskin untuk dua bulan.
"Sedangkan variabel kedua yang akan dilakukan Bulog adalah menyalurkan dua bulan jatah Raskin sekaligus apabila isi gudang terlalu penuh," ujar Mustafa.
Tapi semua juga tergantung dengan kesiapan daerah dalam pelaksanaannya, yang jelas ketahanan Raskin harus mencapai 10 bulan.
Sementara itu, Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurti mengatakan, kemungkinan terjadinya puso akibat curah hujan yang cukup tinggi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Kalau sampai puso saya kira tidak besar seperti yang dibayangkan. Kalau 60.000 hektar dibandingkan 12 juta hektar untuk skala nasional itu kan kecil," ujarnya.
Terhadap sawah-sawah petani yang mengalami puso, Bayu mengatakan, pemerintah akan membantu memberikan paket subsidi berupa benih, pupuk, dan modal kerja. Namun saat ditanya bagaimana penyerahannya ia menjawab, "Kalau teknisnya saya rasa Departemen Pertanian yang lebih tahu, dan sepertinya itu sudah disiapkan". [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !