inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Yusril: Tiket Pilpres SBY Sulit Tanpa JK

Headline
Yusril Izha Mahendra - inilah.com/ Subekti
Oleh: Windi Widia Ningsih
Jumat, 27 Februari 2009 | 19:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang Yusril Izha Mahendra menilai gencarnya isu perpecahan antara SBY-JK justru akan menyusahkan SBY dalam menujuh kursi presiden.

"Bagi Pak SBY, jika gonjang-ganjing itu terjadi, ini permasalahan juga buat Pak SBY," kata Yusril, usai diskusi 'Parpol bicara Perpu Pemilu', di gedung DPR, Jakarta, Jumat (27/2).

Menurut Yusril, jika SBY dan JK jadi pisah maka SBY akan menghadapi masalah dalam memperoleh suara 25% suara dan 20% kursi di parlemen. Padahal, syarat itu diperlukan untuk memperoleh tiket menuju Pilpres 2009.

"Kalau Golkar tidak lagi mendukung SBY, saya pikir tidak akan mudah juga buat SBY. Karena tidak sederhana juga mengajak partai-partai lain bergabung, jika memang ingin jadi orang nomor 1. Dan jika mau bergabung, juga itu nanti akan susah mengatur komposisi kabinet," paparnya.

Berdasarkan pengalaman Pemilu 2004, SBY harus berjuang keras untuk menuju nomor satu. Karena, saat itu Partai Demokrat hanya memperoleh suara 7,4%. Dengan perolehan yang hanya 7,4%, PD harus mengajak beberapa partai untuk mengusung capres, serta dukungan Golkar.

"Bagaimanapun tiket untuk maju capres itu penting. Jika langkah pertama untuk itu sudah dikantongi mudah saja," kata mantan Mensesneg itu. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.