Senin, 28 Mei 2012 | 10:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rumah Ponari Dijaga Sampai 4 Ring
Oleh:
web - Sabtu, 28 Februari 2009 | 13:13 WIB
INILAH.COM, Jombang - Meski telah ditutup, namun tempat praktik pengobatan dukun cilik M Ponari (9) masih dibanjiri pengunjung. Polisi pun mengamankan rumah Ponari hingga 4 lapis atau ring.

Sejak Sabtu pagi tadi, ratusan pengunjung sudah berbondong-bondong ke dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang. Mereka ingin mendapatkan pengobatan dari bocah 'ajaib' tersebut. Sayangnya, keinginan para pengunjung itu harus kandas.

Sebelum pengunjung masuk gerbang dusun, puluhan polisi sudah siaga. Setiap orang yang akan memasuki dusun dikembalikan dengan alasan praktik Ponari sudah berakhir.

Pemblokiran yang dilakukan petugas bukan hanya di jalan masuk dusun, tapi lebih ketat lagi. Terdapat sekitar empat ring penjagaan yang dilakukan oleh korps berseragam coklat ini. Di antaranya, gerbang desa, gang kecil masuk rumah Ponari, pintu masuk praktik pengobtan, serta di sekitar rumah dukun cilik tersebut.

Mengetahui ketatnya penjagaan, sejumlah pengunjung melakukan protes. Mereka meminta kepastian kapan pembukaan praktik Ponari. Sebab sebagian besar dari mereka sudah menginap di Dusun Kedungsari lebih dari dua hari. Selain itu mereka juga kecewa karena merasa dihalang-halangi untuk mendapatkan kesembuhan.

"Kami hanya minta kepastian kapan praktik pengobatan Ponari dibuka lagi. Karena saya sudah tiga hari menginap di Kedungsari. Yang terpenting lagi, kedatangan kami bukan untuk membuat rusuh, tapi ingin berobat. Tapi mengapa kok dilarang," kata M Yasin, pengunjung asal Gresik kepada sejumlah petugas.

Polisi pun tak bisa memberi kepastian. Mereka beralasan, pembukaan praktik itu bukan wewenang polisi. Tapi yang lebih berhak adalah panitia pengobatan dan keluarga Ponari. Sedangkan kepolisian hanya bertugas melakukan pengamanan.

"Kami tak bisa memberi kepastian kapan dibukanya kembali praktik Ponari. Karena Polisi hanya melakukan pengamanan. Semuanya terserah panitia dan keluarga," kata seeorang polisi yang bernama Nasirudin. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.