INILAH.COM, Jombang - Meski telah ditutup, namun tempat praktik pengobatan dukun cilik M Ponari (9) masih dibanjiri pengunjung. Polisi pun mengamankan rumah Ponari hingga 4 lapis atau ring.
Sejak Sabtu pagi tadi, ratusan pengunjung sudah berbondong-bondong ke dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang. Mereka ingin mendapatkan pengobatan dari bocah 'ajaib' tersebut. Sayangnya, keinginan para pengunjung itu harus kandas.
Sebelum pengunjung masuk gerbang dusun, puluhan polisi sudah siaga. Setiap orang yang akan memasuki dusun dikembalikan dengan alasan praktik Ponari sudah berakhir.
Pemblokiran yang dilakukan petugas bukan hanya di jalan masuk dusun, tapi lebih ketat lagi. Terdapat sekitar empat ring penjagaan yang dilakukan oleh korps berseragam coklat ini. Di antaranya, gerbang desa, gang kecil masuk rumah Ponari, pintu masuk praktik pengobtan, serta di sekitar rumah dukun cilik tersebut.
Mengetahui ketatnya penjagaan, sejumlah pengunjung melakukan protes. Mereka meminta kepastian kapan pembukaan praktik Ponari. Sebab sebagian besar dari mereka sudah menginap di Dusun Kedungsari lebih dari dua hari. Selain itu mereka juga kecewa karena merasa dihalang-halangi untuk mendapatkan kesembuhan.
"Kami hanya minta kepastian kapan praktik pengobatan Ponari dibuka lagi. Karena saya sudah tiga hari menginap di Kedungsari. Yang terpenting lagi, kedatangan kami bukan untuk membuat rusuh, tapi ingin berobat. Tapi mengapa kok dilarang," kata M Yasin, pengunjung asal Gresik kepada sejumlah petugas.
Polisi pun tak bisa memberi kepastian. Mereka beralasan, pembukaan praktik itu bukan wewenang polisi. Tapi yang lebih berhak adalah panitia pengobatan dan keluarga Ponari. Sedangkan kepolisian hanya bertugas melakukan pengamanan.
"Kami tak bisa memberi kepastian kapan dibukanya kembali praktik Ponari. Karena Polisi hanya melakukan pengamanan. Semuanya terserah panitia dan keluarga," kata seeorang polisi yang bernama Nasirudin. [beritajatim.com/ana]