Senin, 28 Mei 2012 | 10:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gelar Simak, UI Bantah Cari Untung
Oleh:
web - Minggu, 1 Maret 2009 | 20:44 WIB
INILAH.COM, Depok - Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri membantah pihaknya mengambil keuntungan keuangan dari menjual formulir dari penyelenggaraan ujian Seleksi Masuk (Simak) UI yang digelar Minggu (1/3).

"Tidak benar kami mengambil keuntungan menjual formulir dari terselenggaranya Simak. Justru kami mengalami kerugian," katanya usai melakukan peninjauan pelaksanaan ujian Simak di Jakarta dan Bogor.

Ia mengatakan sebelumnya ujian masuk UI dilakukan sendiri-sendiri untuk Pendidikan Doktor, Magister, Sarjana dan Vokasi (diploma tiga). "Tapi sekarang semuanya dilakukan serentak," kilah mantan Dekan Fisip UI ini.

Menurut Gumilar, Simak diselenggarakan untuk menjaring calon mahasiswa yang benar-benar berkualitas, sehingga diharapkan menjadi penopang negara dalam memajukan peradaban bangsa.

Universitas Indonesia menyelenggarakan perhelatan akbar, Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI), serentak di 35 kota yang tersebar dari Aceh hingga Papua dan satu kota di Malaysia. Ujian ini diikuti oleh 78.965 orang yang akan bertarung untuk memperebutkan 6.240 kursi.

Simak adalah ujian seleksi terpadu masuk Universitas Indonesia yang diselenggarakan bagi calon mahasiswa untuk semua jenjang pendidikan yang ada di Universitas Indonesia yakni jenjang Pendidikan Doktor, Magister, Sarjana dan Vokasi (diploma tiga).

Rektor mengatakan dengan terselengaranya Simak terjadi efisien terwujud karena dengan biaya ujian mulai Rp 200.000 - Rp. 500.000, peserta ujian, dapat memilih 8 jurusan sekaligus.

Selain itu juga terjadi ke-ekonomian terbukti karena peserta yang lolos masuk UI melalui Simak, tidak akan dibedakan biaya kuliah per semesternya dengan yang lolos masuk UI melalui SNMPTN, UMB atau jalur prestasi (untuk sarjana reguler). Jalur Simak tidak mendiskriminasi pesertanya, hingga membiayai perkuliahan lebih mahal.

Sementara itu, salah seorang peserta ujian Simak, Ajeng Rahayu mengatakan mengikuti ujian Simak karena ingin meraih kesempatan untuk belajar di UI. "Ini kan kesempatan ya saya pergunakan sebaik-baiknya," kata Ajeng yang ditemui di SMA 1 Cibinong, Bogor, usai mengikuti ujian Simak UI.

Menurut dia, soal-soal yang diberikan tidak sulit dan tidak mudah. "Lumayanlah soalnya. Mudah-mudahan sih bisa lulus," harapnya.

Ia mengatakan biaya pendaftaran yang dikeluarakan untuk memilih dua jurusan di UI adalah Rp200 ribu. "Saya milih Okupasi dan Fisioterapi. Saya minat sekali dibidang tersebut," ujarnya. [*/dil]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.