INILAH.COM, Bojonegoro Nahas dialami oleh Kapolda Jatim, Brigjend Pol Anton Bahrul Alam, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bojonegoro. Sebab saat akan pulang, helikopter jenis MI-2 buatan Polandia rusak.
Akibatnya, kapolda bintang satu itu harus kembali ke markas komando (Mako) Polda Jatim di jalan A Yani Surabaya dengan menumpang mobil atau tepatnya melalui jalur darat.
Sejak berangkat dari Surabaya, Selasa (3/3) pagi, heli keluaran tahun 2005 itu sudah bermasalah pada transmisi gearbox. Sehingga, suhunya berkurang dan berpengaruh pada daya angkat di baling-baling helikopter.
Bahkan, salah satu penumpang dari wartawan radio di Surabaya sempat diturunkan sebelum lepas landas (take off) di depan Mako Polda Jatim. Ketakutan para petinggi Polri di Jatim lebih terasa, saat heli berada di udara dan telah memasuki wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Namun, akhirnya heli bisa didaratkan di Alun-alun Kota Bojonegoro dengan selamat. Namun tak mengambil risiko, Kapolda Jatim beserta rombongan pulang ke Surabaya dengan mobil.
Salah seorang pilot helikopter dari Direktorat Polisi Udara Mabes Polri, Pondok Cabe Jakarta, AKP Teguh, membenarkan hal tersebut, sambil memperbaiki heli rusak.
Menurutnya, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan karena memang tidak ada masalah yang serius. Sebab, pihaknya hanya mengantisipasi segala kemungkinan terburuk saja, sehingga tamu VVIP itu harus pulang naik mobil.
"Kami tidak ingin ambil risiko besar, sehingga heli kami perbaiki terlebih dahulu di Kabupaten Bojonegoro," terang Teguh.
Sampai pukul 13.30 WIB, heli tampak masih terparkir di Alun-alun Kota Bojonegoro, walaupun hujan deras mengguyur sekitarnya. [beritajatim.com/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !