INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah hanya akan merencanakan ekspor beras sejumlah 100 ribu ton saja, walaupun dinyatakan surplus dalam produksi beras.
"Kami tidak akan terlalu percaya diri untuk mengekspor dalam jumlah besar, 100 ribu ton saja dulu," ungkap Meneteri Pertanian Anton Apriyantono usai menjadi pembicara dalam salah satu acara WIEF ke-5 di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (2/3).
Alasan tersebut diungkapkan karena penduduk Indonesia masih banyak dan daerahnya masih luas. "Kami tidak akan bermain-main dengan stok karena alasan tersebut," jelasnya.
Namun, ekspor beras harus tetap dilakukan karena diperkirakan produksi beras akan mulai meningkat pada kuartal ketiga, dan akan mencapai puncaknya pada kuartal keempat tahun ini.
"Ekspor dilakukan agar stok tidak terbuang percuma," pungkasnya. [tra]