INILAH.COM, Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dipastikan akan memangkas belanja modal (capex) pada 2009, yang dianggarkan sekitar Rp 316 miliar guna pengembangan bisnisnya.
Menurut Direktur Keuangan MPP Hendra Sidin, perseroan akan mengalokasikan dana yang berasal dari kas internal serta hasil penerbitan obligasi III dan sukuk ijarah II untuk melakukan ekspansi usahanya.
"Kita akan lebih rasional dalam menentukan capex 2009, yang jelas nilainya tidak sebesar tahun 2008," kata Hendra di Jakarta, Selasa (3/3).
Hendra mengungkapkan, dana sekitar Rp 316 itu akan digunakan MPPA bagi pengembangan Times Book Store 30 unit, gerai department store 4 unit serta gerai Hypermart sebanyak 6-7 unit. Dari kesemuanya itu akan dikembangakan MPPA di daerah Jawa dan luar Jawa.
Hendra menjelaskan, untuk pembangunan 1 unit Times Book Store, perseroan membutuhkan dana sedikitnya Rp 200 juta, sedangkan pembangunan 1 department store dibutuhkan dana sedikitnya Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Selanjutnya untuk pengembangan hypermart perseroan harus merogoh kocek sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar per unitnya.
"Posisi saat ini kami telah ada di sekitar 50 kota, kalau tahun 2004 kami hanya fokus untuk department store dan supermarket saja. Tapi sekarang kami juga akan ke Hypermart dan Times Book Store," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary MPPA Danny Kojongian mengungkapkan perseroan tetap optimistis menghadapi tahun 2009. Hal ini didasari dari pencapaian penjualan MPPA pada akhir 2008 yang diperkirakan meningkat sekitar 20% year on year. Selain itu, MPPA juga tetap menargetkan pertumbuhan pendapatannya sekitar 20% hingga 25% tahun ini.
Penjualan MPP pada 2007 mencapai Rp 9,76 triliun, sedangkan saat ini posisi EBITDA perseroan telah mencapai Rp 1 triliun.
"Sebagian besar kami masih kan fokus pengembangan Times di Jabodetabek, dan untuk itu kami masih belum ada pemikiran untuk mencari pinjaman ke eksternal," pungkasnya. [tra]