Senin, 28 Mei 2012 | 10:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rekonstruksi Gaza Setengah Hati
Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Rabu, 4 Maret 2009 | 09:43 WIB
INILAH.COM, Sharm El Sheik - Rakyat Palestina di Jalur Gaza menantikan uluran tangan internasional untuk segera menyelamatkan mereka. Donasi pun mengalir. Hingga kini terkumpul US$ 5,2 miliar. Namun dana itu harus terhambat karena perseteruan Hamas dan Fatah.
Jumlah dana yang terkumpul itu tentunya akan membantu faksi Fatah yang merupakan otoritas resmi Palestina (PA). Padahal, tadinya Kepala PA Mahmoud Abbas memperkirakan Gaza membutuhkan US$ 2,8 miliar untuk pulih. Abbas mungkin juga bisa menekan Hamas yang berkuasa di wilayah itu sejak pertengahan 2007.
Menlu AS Hillary Clinton yang ikut menghadiri pertemuan negara donatur Gaza di resor mewah Sharm El Sheik di Mesir, menunjukkan bahwa dunia internasional percaya Abbas bisa mengatasinya. Ia berharap hal ini akan semakin menekan konfrontasi Hamas dan pada akhirnya perdamaian Arab-Israel.
"Kita tak bisa menunda hal ini lagi, penundaan dan penyesalan atas apa yang telah terjadi. Seandainya saja keputusan yang berbeda telah dibuat," ujarnya dalam konferensi yang digelar Selasa (3/3). Sebanyak 45 peserta konferensi meminta Palestina atau Hamas dan Fatah segera bersatu.
Namun pertemuan yang seharusnya untuk membahas bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza itu malah menyoroti Hamas. Pesan penting yang mereka simpulkan adalah cara untuk mengisolasi militan Islam itu dan mengembalikan kendali Gaza ke PA.
Mayoritas peserta merasa jika Palestina bersatu di bawah pimpinan Abbas, rekonstruksi Gaza dapat segera dimulai. Pada akhirnya, mereka akan bisa menekan perdamaian dengan Israel. "Tak akan banyak rekonstruksi fisik yang bisa diperoleh tanpa rekonstruksi politik," ujar Menlu Inggris, David Miliband.
Tanpa melihat urgensi dan pentingnya bantuan itu bagi kelangsungan hidup 1,4 juta penduduk Gaza, donatur tak ingin dana yang mereka sumbangkan itu jatuh ke tangan Hamas. Sebab, grup ini menentang perdamaian secara formal dengan Israel dan menolak mengakui kedaulatannya.
Hal itu juga diamini oleh Presiden Prancis, Nicholas Sarkozy. Ia mengatakan tak akan ada negara Palestina tanpa mencari solusi politik dan persatuan kedua faksi utama. Juga, perundingan damai dengan Israel. Padahal, Israel adalah penyebab penduduk Gaza menjerit meminta bantuan.
Agresi Operation Cast Lead yang mereka gelar selama 23 hari itu bertujuan untuk menghentikan kiriman roket Hamas ke wilayah mereka. Dengan kerusakan yang hampir merata, Hamas masih tetap memegang kendali wilayah itu.
Tetap saja, konferensi yang digelar untuk Gaza ini malah tak mencapai tujuan utamanya. Selain mendukung Abbas dan PM-nya Salam Fayyad, tetap tak jelas kapan rekonstruksi Gaza bisa dimulai. Sejak Hamas menguasai Gaza, Israel dan Mesir yang berbatasan langsung, seperti menutup pintu.
Bantuan fisik tak bisa masuk dan para relawan menyatakan Gaza tak bisa direkonstruksi selama perbatasan masih diblokade. Sayangnya, pembukaan blokade tergantung kepada perundingan perdamaian Hamas dan Israel.
Donasi terbesar berasal dari Arab Saudi yang menjanjikan US$ 1 miliar. Kemudian AS yang menyanggupi US$ 900 juta. Negara Teluk Arab mengumpulkan US$ 1,65 miliar dan Uni Eropa mengatakan akan memberikan US$ 554 juta.
Kendati demikian, pihak mana yang berhak memegang dana rekonstruksi, masih belum terpecahkan. Abbas hanya menguasai Tepi Barat, sementara para donor tak ingin berurusan dengan Hamas yang dianggap teroris oleh AS, Eropa, dan Israel.
Konferensi di Sharm el-Sheik ini pun sama sekali tak mengundang perwakilan Hamas. Sehingga pihak yang terisolasi ini memprotes kelambatan komunitas internasional. Jubir Hamas di Gaza, Fawzi Barhoum, menuding konferensi itu memberikan 'warna' politik terhadap upaya rekonstruksi.
"Mereka memperkuat pemerintahan ilegal Fayyad dan Abbas terhadap Hamas dan rakyat Palestina di Gaza, mereka ingin mengancam kami," cetus Barhoum. Sungguh disayangkan jika bantuan kemanusiaan pun masih harus memprioritaskan serta dikalahkan urusan politik. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.