INILAH.COM, Jakarta - Ini bukanlah pewahyuan besar. Namun kita tetap saja melekatkan pengharapan kita yang cepat pudar bahwa kita bisa kembali ke hari-hari lebih tenang dan stabil, terutama jika itu menyangkut pernikahan kita.
Namun kebenarannya adalah bahwa kita tidak bisa kembali. Karena begitu dunia berubah, kita pun berubah. Dan begitu pula pernikahan kita.
Mari kita terima kenyataan. Pernikahan dan keluarga telah berubah drastis seiring tahun-tahun berlalu. Kaum pria takut menjadi pria. Kaum wanita malu menjadi wanita. Anak-anak tidak tahu pasti siapa yang memegang tanggung jawab.
Ada keluarga yang harmonis dan yang tidak terlalu harmonis. Terjadi tindak kekerasan terhadap istri dan anak. Rumah telah menjadi medan perang. Dan semuanya itu begitu rapuh, begitu sementara.
Dalam menghadapi fakta-fakta yang membuat tertekan ini, seorang gembala dan guru Alkitab yang dikasihi, Charles Swindoll, menawarkan dosis harapan dan bantuan praktis yang menyegarkan bagi pernikahan.
Nasihatnya yang bijaksana, yang didasarkan pada Alkitab dan pernikahannya sendiri yang sudah berjalan 50 tahun, menunjukkan kepada kita bagaimana memindahkan pernikahan kita dari hanya bertahan menjadi benar-benar bertumbuh.
Seperti yang dikatakan Chuck, "Target kita adalah kesatuan yang murni, tak terhalang, membahagiakan, yang dinikmati oleh dua orang yang saling diciptakan untuk pasangannya. Tak ada penghalang, Tak ada masalah, Tak ada kekakuan, Tak ada rintangan, Hanya komitmen."
Dan target itu dapat dibidik titik pusatnya apabila kita bersandar kepada Allah dan FirmanNya sebagai penasihat pernikahan kita, penuntun kita, perekat kita.
Judul Buku: Pernikahan: Sebuah Surga Dunia
ISBN: 9790012179
Penulis: Charles R. Swindoll
Penerbit: Metanoia
Terbit: September 2010 [mor]