INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertolak meninjau lokasi banjir bandang di Wasior Papua Barat, Rabu 13 Oktober 2010.
"Saya lusa malam akan ke sana, dua hari dua malam dan ambil keputusan di sana setelah melihat langung," kata SBY di kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/10).
Untuk akomodasi, Presiden mengaku akan menginap di salah satu kapal perang (KRI) TNI AL yang sejak pekan lalu berada di sana untuk membawa bantuan.
Sekali lagi, Presiden juga memastikan bahwa banjir bandang di Wasior juga bukan karena pembalakan liar. "Dan tempat pembalakan liar itu yang diusut kepolisian tidak pada lokasi itu," kata Presiden.
Sebagaimana diberitakan, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat telah mencapai 145 orang. Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap para korban.
Selain korban meninggal, ada korban luka berat sebanyak 188 orang, luka ringan 665 orang, dan warga yang belum ditemukan sebanyak 123 orang.
Sebelumnya sebanyak 42 ton bantuan yang terdiri dari logistik dan obat-obatan sudah dikirimkan bagi korban banjir Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat melalui Manokwari.
Dari total 42 ton, 13 di antaranya berasal dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan 29 lainnya berasal dari bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [bar]