INILAH.COM, Jakarta - Kabar masalah keuangan yang melilit Tata Power, salah satu mitra PT Bumi Resources (BUMI), dikhawatirkan akan menganggu kinerja perusahaan tambang milik keluarga Bakrie ini.
Sebelumnya muncul kabar bahwa kemungkinan Tata kesulitan dalam upaya melunasi utang senilai US$ 850 juta yang sebelumnya untuk mengakuisisi 30% saham KPC dan Arutmin.
Namun, Senior VP IR BUMI Dileep Srivastava mengatakan Tata Power sudah melunasi pembayaran akuisisi dua anak usaha BUMI.
Dengan demikian, potensi kesulitan pembiayaan utang Tata tidak akan berdampak pada kinerja BUMI.
Jadi untuk saat ini jangan lepas dulu saham BUMI, yang kemarin menguat di level Rp 800 per saham. [tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !